KAI Usulkan Impor KRL Bekas Jepang untuk Atasi Kekurangan Armada
Kementerian Perdagangan dan KAI sepakati pembahasan regulasi impor KRL bekas Jepang sebagai solusi sementara untuk memenuhi kebutuhan armada KRL Jabodetabek.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 25 September 2026, 17.46 WITA·👁 3 orang membaca· 3 hari ini · 6x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pertemuan antara Kementerian Perdagangan dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah mempercepat proses kajian terkait rencana impor kereta rel listrik bekas dari Jepang. Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa pembahasan aturan telah dilakukan secara intensif, termasuk dengan melibatkan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, guna memastikan seluruh aspek hukum dan teknis dipenuhi. Proses ini menjadi langkah strategis menyusul kebutuhan mendesak akan penambahan armada di jalur Jabodetabek.
Regulasi saat ini membatasi usia kereta yang diimpor hingga maksimal 20 tahun, dengan syarat tambahan wajib mendapatkan rekomendasi dari kementerian teknis terkait. Budi menekankan bahwa impor jenis ini termasuk kategori diatur, sehingga memerlukan persetujuan bersama dari seluruh instansi pemerintah yang berkepentingan. “Prosesnya harus transparan dan melibatkan semua pihak agar tidak terjadi kesenjangan regulasi,” ujarnya dalam pertemuan di Tangerang.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menjelaskan bahwa impor KRL bekas Jepang merupakan langkah sementara untuk menutup kekurangan armada yang terus memburuk. Dengan pertumbuhan penumpang KRL Jabodetabek mencapai 11,3 persen pada semester I 2026—meningkat dari sebelumnya di bawah 1 juta menjadi sekitar 1,1 juta per hari—kebutuhan akan penambahan sarana semakin mendesak. Saat ini, rata-rata usia armada KAI telah melebihi 41 tahun, sehingga mempercepat kebutuhan penggantian.
Pengadaan ini disusun sebagai jembatan (bridging) hingga kapasitas produksi dalam negeri dapat memenuhi permintaan. Meski demikian, keputusan akhir tetap bergantung pada kemampuan KAI memenuhi seluruh persyaratan teknis dan regulasi yang ditetapkan. Pemerintah menekankan bahwa kebijakan impor bukan sekadar keputusan teknis, melainkan hasil konsensus lintas kementerian guna menjaga konsistensi kebijakan dan keamanan operasional jaringan kereta.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Rupiah Menguat di Akhir Pekan, Dolar AS Melemah
Rupiah ditutup menguat tipis ke Rp17.880 per dolar AS pada Jumat (25/9/2026), setelah sempat melemah di awal perdagangan.
25 September 2026

IHSG Anjlok Lebih dari 1% Jelang Penutupan Pepekan
Indeks Harga Saham Gabungan turun lebih dari 1% pada akhir perdagangan Jumat, dipicu tekanan dari kenaikan imbal hasil obligasi AS dan sentimen global yang membebani pasar lokal.
25 September 2026

Ram Jethmal Punjabi Perkuat Kepemilikan Saham RAAM
Pendiri RAAM, Ram Jethmal Punjabi, tambahkan 918.300 saham melalui lima transaksi, tingkatkan kepemilikan hingga 68,83%.
25 September 2026

IHSG Terpuruk 0,82% ke 6.247 di Akhir Pekan
Indeks Harga Saham Gabungan melemah 0,82% ke level 6.247, dipengaruhi tekanan dari sektor pendidikan dan bank, serta lonjakan yield obligasi AS.
25 September 2026
Berita Lainnya

Aturan Baru Pelaporan Insidental Resmi Berlaku 1 Oktober
Jumat, 25 September 2026, 17.46 WITA

OJK Jelaskan Mekanisme Transaksi Saham BYAN di Pasar Negosiasi
Jumat, 25 September 2026, 17.46 WITA

Imbal Hasil Obligasi AS Tembus Puncak 22 Tahun
Jumat, 25 September 2026, 17.46 WITA

Komisaris Independen Pelindo Jasa Maritim Dicopot Setelah Lima Hari Menjabat
Jumat, 25 September 2026, 17.45 WITA

Dana Pensiun Boleh Investasi Luar Negeri, Aturan Dibuat Ketat
Jumat, 25 September 2026, 17.45 WITA

Livin' Merchant Dorong Digitalisasi UMKM di Daerah
Jumat, 25 September 2026, 17.45 WITA

BRImo Hadirkan Diskon & Hadiah Spesial di Pestapora Jakarta 2026
Jumat, 25 September 2026, 17.45 WITA

Bantuan Rp1,7 Miliar Disalurkan untuk Pemulihan NTT
Jumat, 25 September 2026, 17.44 WITA

