Sabtu, 26 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Konser Gagal, Penonton Tuntut Kompensasi

Ratusan penonton menuntut kompensasi setelah konser yang dijanjikan tidak sesuai ekspektasi, dengan berbagai keluhan mulai dari kualitas suara hingga penampilan artis.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 26 September 2026, 23.05 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Konser Gagal, Penonton Tuntut Kompensasi📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Ratusan penonton yang hadir dalam acara konser di Sulawesi Tenggara mengungkapkan kekecewaan mendalam setelah mengalami pengalaman yang jauh dari harapan. Acara yang dijadwalkan berlangsung selama tiga jam, terpaksa dipersingkat menjadi kurang dari satu jam, dengan penampilan artis utama yang minim interaksi dan teknis panggung yang tidak memadai. Banyak dari mereka mengaku membayar tiket dengan harga tinggi, namun tidak mendapatkan nilai yang sepadan.

Beberapa penonton mengungkapkan bahwa sistem pengeras suara tidak berfungsi optimal, sehingga suara musik tidak terdengar jelas di area penonton. Selain itu, penampilan artis yang dijadwalkan sebagai headliner justru tidak muncul sama sekali, digantikan oleh grup musik lokal tanpa pengumuman sebelumnya. Aksi penonton pun memuncak saat sebagian dari mereka menuntut pengembalian uang tiket, menilai bahwa kontrak hiburan telah dilanggar.

Ketua panitia acara, yang enggan disebutkan namanya, mengakui adanya kendala teknis dan perubahan jadwal mendadak akibat kondisi kesehatan artis utama. Namun, pihak penyelenggara menyatakan belum menentukan langkah konkret terkait kompensasi. “Kami memahami kekecewaan penonton. Proses evaluasi sedang berlangsung, dan kami berkomitmen untuk memberikan solusi yang adil,” ujar perwakilan panitia.

Dalam situasi ini, sejumlah penonton berencana mengajukan gugatan hukum melalui forum konsumen terkait ketidaksesuaian pelayanan dan janji yang tidak terpenuhi. Mereka menekankan bahwa konser bukan sekadar hiburan, tetapi juga komitmen yang harus dipenuhi oleh penyelenggara. Harapan mereka adalah adanya regulasi yang lebih ketat untuk menghindari kejadian serupa di masa depan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya