Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Konsumsi Kopi 2–3 Cangkir Harian Terkait Turunkan Risiko Stres

Studi besar menemukan konsumsi kopi 2 hingga 3 cangkir per hari dikaitkan dengan penurunan risiko gangguan suasana hati dan stres.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 18.44 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Konsumsi Kopi 2–3 Cangkir Harian Terkait Turunkan Risiko Stres
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Penelitian terbaru yang melibatkan lebih dari 460 ribu peserta selama rata-rata 13,4 tahun mengungkapkan bahwa konsumsi kopi dalam jumlah moderat berpotensi menurunkan risiko gangguan mental, termasuk stres dan perubahan suasana hati. Data menunjukkan bahwa individu yang mengonsumsi dua hingga tiga cangkir kopi setiap hari memiliki tingkat risiko gangguan psikologis paling rendah dibandingkan kelompok lain. Temuan ini diterbitkan dalam jurnal ilmiah terkemuka dan menekankan pentingnya keseimbangan dalam asupan kafein.

Hasil analisis menunjukkan adanya pola hubungan berbentuk kurva J, yang berarti manfaat kopi maksimal pada tingkat konsumsi sedang. Di sisi lain, konsumsi lebih dari lima cangkir per hari tidak memberikan tambahan manfaat dan justru dapat meningkatkan risiko gangguan mental. Peneliti utama dari Fudan University, Dr. Xiang Gao, menegaskan bahwa kafein dalam jumlah tinggi tidak menawarkan perlindungan lebih dan bahkan dapat berdampak negatif pada kesehatan psikis.

Khasiat kopi bagi kesehatan mental didukung oleh kandungan aktif seperti kafein dan antioksidan. Kafein bekerja pada sistem saraf pusat dengan memengaruhi neurotransmiter penting seperti dopamin dan serotonin, yang berperan dalam mengatur suasana hati dan stabilitas emosional. Selain itu, kopi juga berkontribusi menurunkan peradangan dalam tubuh, yang dikaitkan dengan stres oksidatif—faktor pemicu kerusakan sel dan gangguan kesehatan jiwa.

Meski demikian, para pakar menekankan bahwa respons tubuh terhadap kafein sangat bervariasi antar individu. Dr. Yvette Sheline dari University of Pennsylvania menekankan perlunya memahami batas toleransi pribadi, karena bagi yang sensitif, asupan kafein berlebih dapat memicu kecemasan dan gelisah. Faktor pendukung lain seperti kualitas tidur juga berperan penting; konsumsi kopi yang bijak akan lebih efektif jika disertai istirahat yang cukup.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya