Konsumsi Kopi 2–3 Cangkir Harian Terkait Turunkan Risiko Stres
Studi besar menemukan konsumsi kopi 2 hingga 3 cangkir per hari dikaitkan dengan penurunan risiko gangguan suasana hati dan stres.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 18.44 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Penelitian terbaru yang melibatkan lebih dari 460 ribu peserta selama rata-rata 13,4 tahun mengungkapkan bahwa konsumsi kopi dalam jumlah moderat berpotensi menurunkan risiko gangguan mental, termasuk stres dan perubahan suasana hati. Data menunjukkan bahwa individu yang mengonsumsi dua hingga tiga cangkir kopi setiap hari memiliki tingkat risiko gangguan psikologis paling rendah dibandingkan kelompok lain. Temuan ini diterbitkan dalam jurnal ilmiah terkemuka dan menekankan pentingnya keseimbangan dalam asupan kafein.
Hasil analisis menunjukkan adanya pola hubungan berbentuk kurva J, yang berarti manfaat kopi maksimal pada tingkat konsumsi sedang. Di sisi lain, konsumsi lebih dari lima cangkir per hari tidak memberikan tambahan manfaat dan justru dapat meningkatkan risiko gangguan mental. Peneliti utama dari Fudan University, Dr. Xiang Gao, menegaskan bahwa kafein dalam jumlah tinggi tidak menawarkan perlindungan lebih dan bahkan dapat berdampak negatif pada kesehatan psikis.
Khasiat kopi bagi kesehatan mental didukung oleh kandungan aktif seperti kafein dan antioksidan. Kafein bekerja pada sistem saraf pusat dengan memengaruhi neurotransmiter penting seperti dopamin dan serotonin, yang berperan dalam mengatur suasana hati dan stabilitas emosional. Selain itu, kopi juga berkontribusi menurunkan peradangan dalam tubuh, yang dikaitkan dengan stres oksidatif—faktor pemicu kerusakan sel dan gangguan kesehatan jiwa.
Meski demikian, para pakar menekankan bahwa respons tubuh terhadap kafein sangat bervariasi antar individu. Dr. Yvette Sheline dari University of Pennsylvania menekankan perlunya memahami batas toleransi pribadi, karena bagi yang sensitif, asupan kafein berlebih dapat memicu kecemasan dan gelisah. Faktor pendukung lain seperti kualitas tidur juga berperan penting; konsumsi kopi yang bijak akan lebih efektif jika disertai istirahat yang cukup.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Minuman Bantu Legakan Tenggorokan Usai Terpapar Abu Vulkanik
Konsumsi air putih, air hangat, dan minuman alami seperti jahe madu dapat meredakan iritasi tenggorokan akibat paparan abu vulkanik, meski tak mampu membersihkan partikel dari paru-paru.
8 September 2026

Pemerintah Tunda Penerapan Cukai Minuman Berpemanis
Pemerintah belum mengeksekusi cukai minuman berpemanis dalam kemasan meski target pendapatan Rp7,6 triliun ditetapkan untuk APBN 2026.
7 September 2026

Pertamina Ajak Masyarakat Berbagi Makanan di Hari Pelanggan
Pertamina Patra Niaga bagikan 8.100 porsi makanan gratis di delapan kota, melalui kegiatan memasak bersama dan berbagi di SPBU serta lembaga sosial.
7 September 2026

Jakarta Dukung Jadi Pusat Industri Kopi Nasional
Gubernur DKI Jakarta menegaskan komitmen memperkuat Jakarta sebagai pusat ekosistem kopi nasional melalui dukungan infrastruktur, kolaborasi, dan perhelatan internasional sebelum 2030.
5 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA


