Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Dividen Interim Rp6,16 Triliun Siap Dibagikan Bank Mandiri

Bank Mandiri menetapkan pembagian dividen interim tahun buku 2026 senilai Rp6,16 triliun, menunjukkan kinerja keuangan solid dan komitmen terhadap pemegang saham.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 19.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Dividen Interim Rp6,16 Triliun Siap Dibagikan Bank Mandiri
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Bank Mandiri resmi menetapkan pembagian dividen interim untuk tahun buku 2026 sebesar Rp6,16 triliun, setara dengan Rp66 per saham. Keputusan ini mencerminkan kepercayaan manajemen terhadap kinerja keuangan yang stabil serta kemampuan perusahaan untuk mempertahankan pertumbuhan bisnis tanpa mengorbankan kesehatan modal dan likuiditas. Pembagian ini merupakan bagian dari rencana distribusi dividen tahunan yang mencapai total sekitar Rp50,63 triliun, termasuk dividen tahun buku 2025 senilai Rp44,47 triliun.

Keputusan telah disetujui oleh Dewan Komisaris berdasarkan rekomendasi Direksi dan disampaikan melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia pada 4 September 2026. Direktur Finance & Strategy, Novita Widya Anggraini, menegaskan bahwa pembagian dividen dilakukan secara bijak dan berkelanjutan, dengan memastikan semua indikator keuangan utama tetap dalam kondisi optimal. Ia menekankan bahwa keputusan tersebut tidak mengganggu operasional, hukum, maupun kelangsungan usaha perusahaan.

Tanggal pencatatan saham (recording date) ditetapkan pada 17 September 2026, dengan jadwal ex-dividend pada 16 September 2026 untuk pasar reguler dan negosiasi, serta 18 September 2026 untuk pasar tunai. Pembayaran dividen akan dilakukan pada 2 Oktober 2026, tepat pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-28 Bank Mandiri yang mengusung tema "Tumbuh Bersama Majukan Indonesia".

Pertumbuhan kredit hingga Agustus 2026 mencatatkan kenaikan 17,6 persen secara tahunan menjadi Rp1.592 triliun, didukung oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 17,6 persen YoY menjadi Rp1.687 triliun. Total aset perusahaan mencapai Rp2.358 triliun, tumbuh 20,7 persen YoY, sementara laba bersih naik 22,3 persen menjadi Rp37,5 triliun. Rasio Non-Performing Loan (NPL) gross tetap terjaga di level 1,00 persen, menunjukkan kualitas aset yang sehat dan berbasis prinsip kehati-hatian.

Pembagian dividen interim menjadi bukti komitmen Bank Mandiri dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kepentingan pemegang saham. Dengan permodalan dan likuiditas yang kuat, bank mampu melanjutkan ekspansi kredit ke sektor produktif sekaligus memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam seluruh proses distribusi dividen.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya