Korea Utara Ancam Aktifkan Radio Perang di Perbatasan
Kim Yo Jong, adik pemimpin Korut, ancam aktifkan pengeras suara propaganda di perbatasan dalam beberapa hari ke depan sebagai respons terhadap aksi militer Korsel.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 12.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 45x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Korea Utara mengancam akan menghidupkan sistem pengeras suara di sepanjang perbatasan dengan Korea Selatan dalam waktu dekat, seiring meningkatnya ketegangan akibat aktivitas militer kedua belah pihak. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Kim Yo Jong, adik dari pemimpin negara, dalam kunjungan ke sejumlah posisi pertahanan bersama pejabat militer tingkat tinggi. Ia menegaskan bahwa unit taktis Korut telah menempati posisi strategis dan siap mengoperasikan perangkat tersebut paling lambat akhir Oktober, sebagai balasan atas siaran peringatan dan tembakan yang dilakukan oleh pasukan Korsel di dekat garis batas.
Kim Yo Jong menekankan bahwa setiap serangan yang menyebabkan kerusakan atau korban di wilayah Korut akan dibalas dengan tindakan tegas, bahkan menyebut akan "melenyapkan tanpa ampun" pasukan lawan jika diperlukan. Ancaman tersebut muncul di tengah eskalasi konflik di zona demiliterisasi (DMZ), yang telah menjadi pusat ketegangan sejak Perang Korea berakhir tanpa perjanjian damai pada 1953. Korsel, sementara itu, membantah tudingan dan menyatakan tembakan yang dilakukan sebagai tindakan defensif yang sah untuk menjaga keamanan militer.
Sejak Juni 2026, pemerintahan Presiden Lee Jae Myung telah mengambil langkah-langkah diplomasi damai, termasuk menghentikan siaran propaganda melalui pengeras suara dan membongkar perangkat permanen di perbatasan. Respons Korut pun berupa penghentian sementara siaran propaganda ke Korsel. Namun, sejak 2024, Pyongyang telah memperkuat infrastruktur pertahanan di DMZ dengan memasang ranjau, pagar, dan penghalang, yang menurut Korsel memicu ledakan bulan lalu dan melukai dua tentara. Korut menolak tanggung jawab dan menyebut insiden tersebut sebagai upaya rekayasa Seoul.
Meski ancaman terdengar mengancam, analis seperti Lim Eul-chul dari Universitas Kyungnam menilai bahwa pernyataan Kim Yo Jong justru menempatkan pemerintahan Lee dalam dilema besar: tetap berpegang pada kebijakan dialog damai atau memilih respons militer yang lebih tegas. Dengan Korea Utara tetap menolak dialog dan menyebut Korsel sebagai musuh, kembalinya pengeras suara berpotensi memperparah ketegangan dan menghambat upaya pembangunan hubungan antar-Korea yang telah dicanangkan sejak awal masa jabatan presiden Lee.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait
Ai Lian Rayakan Ulang Tahun ke-7 dengan Perayaan Khusus di Chongqing
Panda raksasa Ai Lian merayakan ulang tahun ke-7 di Taman Tematik Locajoy, Chongqing, dengan menu spesial dan kehadiran pengunjung.
24 Oktober 2026

Militer AS Larang Taruhan Berbasis Informasi Rahasia
Menteri Perang AS melarang keras anggota militer menggunakan informasi sensitif untuk bertaruh di platform prediksi, setelah skandal keuntungan miliaran dari taruhan berbasis intelijen.
24 Oktober 2026

Iran Diklaim Perkuat Aksi Target Warga AS di Berbagai Wilayah
Intelijen AS memperingatkan peningkatan upaya Iran menargetkan warga negara Amerika di Timur Tengah dan sejumlah negara lain, menyusul meningkatnya ketegangan bilateral.
24 Oktober 2026

Jajak Pendapat Akhir Sebelum Pemilu Israel Tunjukkan Kekuatan Oposisi Melonjak
Jajak pendapat terbaru menunjukkan blok Netanyahu anjlok ke 48 kursi, sementara oposisi Yahudi naik ke 54 kursi, menandai pergeseran signifikan menjelang pemilu 27 Oktober.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

