Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kredit Bank Mandiri Tumbuh 16% di Tengah Ekspansi Ekosistem

Pertumbuhan kredit Bank Mandiri sebesar 16% hingga September 2026 didorong ekspansi berbasis ekosistem dan peningkatan akses pembiayaan bagi korporasi, UMKM, serta masyarakat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 21.24 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 50x dibuka
Kredit Bank Mandiri Tumbuh 16% di Tengah Ekspansi Ekosistem📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Per September 2026, penyaluran kredit Bank Mandiri mencapai Rp1,605 triliun, tumbuh 16% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menjadi bukti kuat dari strategi ekspansi pembiayaan yang menjangkau berbagai sektor ekonomi, mulai dari korporasi besar hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, serta masyarakat umum. Pendekatan berbasis ekosistem menjadi kunci utama dalam memperluas akses pembiayaan secara inklusif tanpa mengorbankan kualitas aset.

Dalam laporan kinerja yang disampaikan secara virtual, Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, menegaskan bahwa pertumbuhan kredit ini didukung oleh fondasi bisnis yang solid dan pengelolaan risiko yang terjaga. Ia menyebutkan bahwa peningkatan kredit tersebut mencerminkan komitmen perusahaan dalam mendukung pertumbuhan aktivitas ekonomi secara berkelanjutan, sekaligus menjaga kualitas portofolio kredit.

Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) Bank Mandiri tercatat sebesar Rp1,750 triliun, naik 17,7% dari tahun sebelumnya. Total aset perusahaan mencapai Rp2,404 triliun, meningkat 20,1% secara tahunan. Kredit korporasi sendiri mencapai Rp700 triliun, tumbuh 22% YoY, sementara kredit ekosistem turunan—meliputi segmen SME, mikro, dan konsumen—berada di level Rp174 triliun, naik 9% dari periode yang sama tahun lalu.

Pendekatan terintegrasi ini memungkinkan bank memperluas layanan ke pelaku usaha dan nasabah individu yang terhubung dengan rantai pasok perusahaan. Direktur Operations Timothy Utama menekankan bahwa sistem operasional yang andal memungkinkan layanan transaksi dan pembiayaan terlaksana secara efisien. Ia menegaskan bahwa ekosistem ini tidak hanya mendorong pertumbuhan bisnis, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan ekonomi daerah.

Kualitas kredit Bank Mandiri terus membaik, ditunjukkan oleh rasio NPL coverage sebesar 243% dan cost of credit hanya 0,55%. NPL korporasi berada di level 0,3%, sedangkan NPL kredit ekosistem turunan sebesar 0,90%. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan posisi sebelumnya yang mencapai 2,19%. Pemantapan kualitas kredit tersebut merupakan hasil dari pengelolaan risiko yang ketat, prinsip kehati-hatian, serta penyempurnaan model bisnis wholesale yang telah dibangun selama puluhan tahun.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya