Krisis Memori Global Picu Perubahan Strategi Beli HP
Kenaikan harga dan penurunan spesifikasi smartphone global disebabkan kelangkaan chip memori akibat alih produksi ke chip AI, memaksa konsumen menyesuaikan prioritas beli.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 5 September 2026, 07.46 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 13x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Tren membeli smartphone kini berubah drastis di tengah krisis pasokan memori global yang berdampak hingga 2026. Bukan lagi soal kecepatan prosesor atau resolusi kamera tinggi, melainkan daya tahan baterai sepanjang hari, performa stabil setelah dua tahun pemakaian, serta kemudahan akses suku cadang. Ketiga aspek ini kini menjadi kriteria utama dalam pengambilan keputusan pembelian, bukan sekadar fitur tambahan. Perubahan ini bukan akibat pergeseran preferensi konsumen, melainkan refleksi realitas industri yang terdampak ketidakseimbangan rantai pasok.
Pemicu utama krisis ini adalah pergeseran produksi memori global oleh perusahaan besar seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron. Mereka memprioritaskan produksi High Bandwidth Memory (HBM), chip khusus untuk kebutuhan kecerdasan buatan, karena margin keuntungan yang jauh lebih tinggi—tiga hingga lima kali lipat dibanding memori untuk smartphone biasa. Akibatnya, sekitar 70 persen kapasitas produksi memori global dialihkan ke HBM, menyebabkan pasokan DRAM dan NAND Flash hanya tumbuh 16 persen dan 17 persen saja pada 2026, jauh di bawah kebutuhan pasar normal sekitar 20–30 persen.
Lonjakan harga memori pun tak terhindarkan. Pada kuartal pertama 2026, DRAM global melonjak lebih dari 50 persen dalam waktu tiga bulan, sementara NAND Flash naik lebih dari 90 persen. Di kuartal kedua, total biaya memori meningkat hampir 300 persen dibanding tahun sebelumnya—angka tertinggi dalam sejarah industri. Francisco Jeronimo, Wakil Presiden Perangkat Klien IDC secara global, menyebut kondisi ini sebagai "guncangan tsunami dari rantai pasok memori", sementara Ryan Reith menegaskan bahwa kelangkaan ini merupakan gangguan pasokan terbesar dalam sejarah yang akan berdampak panjang hingga akhir tahun.
Dampak langsungnya terlihat dari kenaikan harga rata-rata smartphone global menjadi Rp10,4 juta per unit—naik 27,6 persen dari proyeksi awal Rp9,4 juta. Angka ini mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah industri. Untuk menekan biaya, produsen melakukan penyesuaian teknis secara diam-diam: beberapa flagship tetap menggunakan RAM 12GB tanpa naik ke 16GB, model kelas menengah mengurangi kapasitas RAM dan penyimpanan tanpa mengubah nama produk, serta komponen lain ikut dipangkas. Perubahan ini mengharuskan konsumen lebih kritis dalam memilih perangkat, bukan hanya melihat angka spesifikasi, tetapi memahami nilai jangka panjang dari produk yang dibeli.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Tim Jibom Brimob Polda Babel melakukan sterilisasi lokasi ledakan di penampungan besi tua di Belitung untuk memastikan tidak ada ancaman susulan dan mengungkap penyebab kejadian.
25 Oktober 2026

Houthi Lancarkan Serangan Berulang ke Kota Suci, Pemimpin Masjidil Haram Kecam Keras
Sheikh Abdulrahman Al-Sudais mengecam keras serangan rudal dan drone Houthi terhadap Makkah dan Madinah, menyatakan pelanggaran terhadap kesucian tempat suci dan norma kemanusiaan internasional.
25 Oktober 2026

NASA Soroti Lonjakan Kebakaran di Papua dan Kalimantan
NASA mencatat kebakaran hutan dan lahan di Papua serta Kalimantan mencapai level tertinggi sepanjang 2026, didorong El Niño dan aktivitas manusia, dengan emisi karbon melampaui rekor sebelumnya.
25 Oktober 2026

Lula dan Bolsonaro Tutup Kampanye di Pantai Rio
Dua tokoh politik utama Brasil, Lula dan Flavio Bolsonaro, menutup kampanye pemilu dengan massa besar di kawasan pantai Rio de Janeiro, menyusul debat terakhir yang memperuncing persaingan.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.29 WITA

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.28 WITA

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

OJK Sultra Perkenalkan INFINITY Dorong Inovasi Keuangan Digital
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.25 WITA

