Kualitas Udara Palembang Menurun dari Bahaya ke Tidak Sehat
Kualitas udara di Palembang kini berada pada kategori tidak sehat, setelah sebelumnya mencapai level sangat berbahaya akibat kabut asap karhutla, dengan penurunan signifikan berkat operasi modifikasi cuaca.
Redaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 09.01 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 91x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kualitas udara di Kota Palembang kini menunjukkan perbaikan signifikan, bergerak dari kategori sangat berbahaya menuju tidak sehat. Pada Minggu (18/10), indeks kualitas udara berada pada level kuning, menandakan kondisi yang membahayakan bagi kelompok rentan, namun jauh lebih baik dibandingkan puncak krisis sebelumnya. Data dari Stasiun PM2.5 Musi 2 mencatat konsentrasi partikel halus PM2.5 pada pukul 14.00 WIB sebesar 88,6 mikrogram per meter kubik, sesuai kategori tidak sehat menurut standar BMKG.
Sebelumnya, pada awal hingga pertengahan Oktober 2026, konsentrasi PM2.5 sempat melonjak ekstrem, mencapai angka lebih dari 1.000 µg/m³ di beberapa titik pemantauan seperti Musi 2 dan Talang Betutu. Angka tersebut jauh melampaui batas aman, yang didefinisikan sebagai 25 µg/m³ dalam 24 jam. Peningkatan drastis ini disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan yang tersebar luas di wilayah Sumatera Selatan, memicu kabut asap yang merata dan mengganggu aktivitas harian masyarakat.
Penurunan kualitas udara itu mulai terkendali setelah BNPB melaksanakan operasi modifikasi cuaca selama dua hari berturut-turut, yaitu pada 15 dan 16 Oktober 2026. Dalam operasi tersebut, dilakukan penyemaian dry ice untuk mendorong terbentuknya hujan buatan, yang secara efektif mengurangi partikel asap di atmosfer. Hasilnya, jarak pandang meningkat secara signifikan, serta konsentrasi polutan menurun secara bertahap.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel menyebutkan bahwa tren perbaikan kualitas udara terus berlanjut sejak beberapa hari terakhir. Ia menyampaikan rasa syukur atas penurunan tingkat bahaya, meski tetap mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada, terutama bagi lansia, anak-anak, dan penderita gangguan pernapasan. Upaya mitigasi seperti ini, menurutnya, menjadi langkah penting dalam menangani dampak lingkungan akibat kebakaran lahan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Gaya Kepemimpinan Luthfi Dapat Pujian Akademisi
Akademisi menilai kepemimpinan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi humanis, kolaboratif, dan berbasis solusi, dengan keterlibatan perguruan tinggi dalam perumusan kebijakan daerah.
24 Oktober 2026

Ancol Tantang Rekor MURI Lewat Estafet Renang 24 Jam dan Bendera Merah Putih 360 Meter
Atlantis Water Adventure Ancol gelar dua aksi pemecahan rekor MURI dalam perayaan Hari Renang Sedunia, melibatkan estafet renang nonstop dan pembentangan bendera Merah Putih sepanjang 360 meter.
24 Oktober 2026

Bedah Rumah di Kampung Ambon Dorong Pemulihan Secara Komprehensif
Program bedah rumah di Kampung Ambon menjadi strategi integratif untuk menekan peredaran narkoba melalui peningkatan kesejahteraan masyarakat.
24 Oktober 2026

Dua Wakil Putri Indonesia Gagal ke Final Indonesia Masters 2026
Mutiara Ayu Puspitasari dan Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi tersingkir dari semifinal Indonesia Masters 2026 setelah kalah dari lawan dari Hong Kong dan China.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Harga Emas Antam Turun Rp10 Ribu per Gram Hari Ini
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Investor Desak MSCI Jelaskan Alasan Penurunan Status Pasar Indonesia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Suahasil Lantik Pejabat Baru, Sekjen Kemenkeu Diganti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Bahlil Dorong E50 untuk Kurangi Impor BBM
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Kemenkeu
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Ibu 55 Tahun Ajak Anak Cari Kerja di Job Fair Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.24 WITA

