Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Laba Bersih Mandiri Capai Rp45,5 Triliun di Kuartal III 2026

Bank Mandiri mencatat laba bersih Rp45,5 triliun hingga September 2026, tumbuh 20,7% dari periode sama tahun sebelumnya, didorong efisiensi operasional dan peningkatan pendapatan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 21.21 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 25x dibuka
Laba Bersih Mandiri Capai Rp45,5 Triliun di Kuartal III 2026📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Bank Mandiri berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp45,5 triliun pada kuartal III tahun 2026, menunjukkan kenaikan signifikan sebesar 20,7 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Pencapaian ini menjadi bukti konsistensi dalam menjaga pertumbuhan laba di tengah dinamika ekonomi yang kompleks, dengan dukungan dari peningkatan aktivitas kredit dan efisiensi biaya operasional.

Peningkatan efisiensi terlihat dari penurunan biaya operasional secara bank only sebesar 9,03 persen menjadi Rp32,7 triliun hingga akhir September 2026. Angka ini mendorong penurunan rasio biaya terhadap pendapatan (CIR) dari 43 persen menjadi 36,1 persen, mencerminkan optimalisasi sumber daya dan pengelolaan operasional yang lebih ketat.

Pendapatan bank meningkat secara keseluruhan, dengan pendapatan bunga mencapai Rp97,3 triliun, tumbuh 7,08 persen secara tahunan, sementara pendapatan nonbunga naik 13,8 persen menjadi Rp29,4 triliun. Net interest income (NII) mencapai Rp61,2 triliun, meningkat 6,2 persen dari periode sebelumnya. Total pendapatan bank only mencapai Rp90,6 triliun, tumbuh 8,54 persen dibandingkan tahun lalu.

Penyaluran kredit secara bank only mencapai Rp1.605,8 triliun, naik 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sementara penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp1.750,2 triliun, meningkat 17,7 persen. Total aset perseroan tercatat sebesar Rp2.404,1 triliun, naik 20,1 persen dari tahun sebelumnya. Kualitas kredit juga terjaga, dengan rasio NPL bruto sebesar 0,98 persen, lebih baik dari 1,03 persen pada periode yang sama tahun lalu, serta rasio pencadangan terhadap kredit bermasalah mencapai 243 persen.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya