Lagu "Maju Tak Gentar" dan Perjalanan Semangat Kebangsaan
Lagu "Maju Tak Gentar" lahir dari perjuangan masa pendudukan Jepang, berubah menjadi simbol perlawanan kemerdekaan, dan tetap menjadi penggerak semangat nasional hingga kini.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 09.31 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 14x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Lagu berjudul "Maju Tak Gentar" lahir pada tahun 1944 sebagai ciptaan Cornel Simanjuntak, yang pada masa itu menyusunnya dalam konteks propaganda saat Indonesia berada di bawah pendudukan Jepang. Awalnya, lagu ini diberi judul "Maju Putera-Puteri Indonesia", menggambarkan harapan dan tekad generasi muda untuk membangun identitas bangsa. Namun, seiring pergeseran sejarah, ketika Indonesia memasuki masa revolusi kemerdekaan pada 1945, lirik dan makna lagu tersebut mengalami transformasi signifikan.
Dari sebuah lagu bernuansa perkenalan generasi muda, "Maju Tak Gentar" berubah menjadi narasi perjuangan yang penuh semangat pantang menyerah. Lirik seperti "Maju tak gentar membela yang benar" dan "Maju serentak mengusir penyerang" menjadi seruan kolektif bagi rakyat yang berjuang mempertahankan kemerdekaan. Lagu ini kemudian digunakan secara luas dalam kegiatan baris-berbaris, pertemuan pemuda, serta upacara kebangsaan, menjadi alat pemersatu yang efektif.
Cornel Simanjuntak, sang pencipta, bukan hanya seorang komposer, tetapi juga pejuang aktif yang memanfaatkan seni musik sebagai senjata moral. Ia aktif dalam gerakan pemuda dan memanfaatkan lagu sebagai alat mobilisasi semangat. Meski wafat pada 1946, karyanya tetap hidup dalam ingatan bangsa. Dalam berbagai kurikulum pendidikan, lirik lagu ini tercatat sebagai bagian penting dari pembelajaran seni budaya dan nilai kebangsaan.
Makna utama "Maju Tak Gentar" terletak pada keberanian kolektif, persatuan, dan tekad tak goyah dalam membela kebenaran. Pesan itu tidak hanya relevan di masa lalu, tetapi terus dihidupkan dalam peringatan kemerdekaan, pelatihan kepemimpinan, dan pendidikan karakter. Lagu ini menjadi simbol abadi bahwa kekuatan sejati terletak pada kesatuan rakyat yang tidak gentar menghadapi tantangan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Penonton Padati GBK Menyambut Konser Kanye West
Ribuan penonton memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno sebelum konser Kanye West, tampil kompak dengan merchandise khas berlogo bintang merah dan tulisan "YE LIVE AT GELORA BUNG KARNO 10.24.26".
24 Oktober 2026

Empat Acara Besar Serentak Guncang GBK, Dinas Perhubungan Siapkan Langkah Antisipasi
Empat event besar digelar serentak di kawasan GBK dan Senayan pada 24 Oktober, memicu rekayasa lalu lintas dan penyesuaian transportasi umum untuk hindari kemacetan parah.
24 Oktober 2026

Rekayasa Lalu Lintas Hadapi Konser Kanye West di GBK
Dishub DKI Jakarta menerapkan penyesuaian arus lalu lintas di sekitar GBK selama konser Kanye West, mulai malam hingga dini hari, dengan pengalihan rute dan layanan transportasi khusus.
24 Oktober 2026

Konser Kanye West di GBK Siap Digelar dengan Aturan Ketat
Konser Kanye West di Stadion Utama Gelora Bung Karno digelar pada 24 Oktober dengan jadwal masuk terpisah berdasarkan kategori tiket dan aturan ketat soal barang bawaan serta akses khusus.
23 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

