Lagu Satu Nusa Satu Bangsa, Simbol Persatuan dari Era Perjuangan
Lagu ciptaan Liberty Manik pada 1947 menjadi representasi semangat persatuan Indonesia yang terus hidup dalam berbagai kegiatan kebangsaan.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 09.30 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 14x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Lagu "Satu Nusa Satu Bangsa" lahir dari perjuangan bangsa yang sedang mempertahankan kemerdekaan, tepat pada tahun 1947. Diciptakan oleh Liberty Manik, karya ini langsung dipublikasikan melalui siaran radio dan sejak itu menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan kebangsaan Indonesia. Melalui lirik yang sederhana namun penuh makna, lagu ini menggambarkan identitas kolektif bangsa: satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa sebagai fondasi persatuan.
Lirik pembuka lagu—“Satu nusa, satu bangsa, satu bahasa kita”—langsung menegaskan prinsip keberagaman yang disatukan dalam satu jiwa nasional. Frasa-frasa seperti “Tanah air pasti jaya” dan “Indonesia pusaka, Indonesia tercinta” menjadi ajakan untuk menjaga dan membela negara dari ancaman internal maupun eksternal. Pesan ini tidak hanya bersifat emosional, tetapi juga menekankan tanggung jawab kolektif dalam memelihara kesatuan.
Karya Liberty Manik ini memiliki kedekatan erat dengan semangat Sumpah Pemuda 1928. Gagasan satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa yang dinyanyikan dalam lagu merupakan pelengkap dari ikrar-ikrar yang menjadi fondasi kesatuan bangsa. Dalam konteks historis, lagu ini menjadi alat edukasi dan pemersatu saat Indonesia masih menghadapi tantangan berat pasca-kemerdekaan.
Hingga kini, lagu tersebut tetap dinyanyikan dalam upacara kenegaraan, peringatan Sumpah Pemuda, dan kegiatan pendidikan. Keberadaannya sebagai lagu nasional menunjukkan daya hidup pesan yang sama: bahwa keberagaman Indonesia bukan penghalang, melainkan kekuatan yang disatukan oleh satu tujuan. Liberty Manik, yang lahir di Sumatera Utara pada 1924, meninggal dunia pada 1993, namun warisan karyanya tetap hidup sebagai bagian dari identitas kebudayaan nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Penonton Padati GBK Menyambut Konser Kanye West
Ribuan penonton memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno sebelum konser Kanye West, tampil kompak dengan merchandise khas berlogo bintang merah dan tulisan "YE LIVE AT GELORA BUNG KARNO 10.24.26".
24 Oktober 2026

Empat Acara Besar Serentak Guncang GBK, Dinas Perhubungan Siapkan Langkah Antisipasi
Empat event besar digelar serentak di kawasan GBK dan Senayan pada 24 Oktober, memicu rekayasa lalu lintas dan penyesuaian transportasi umum untuk hindari kemacetan parah.
24 Oktober 2026

Rekayasa Lalu Lintas Hadapi Konser Kanye West di GBK
Dishub DKI Jakarta menerapkan penyesuaian arus lalu lintas di sekitar GBK selama konser Kanye West, mulai malam hingga dini hari, dengan pengalihan rute dan layanan transportasi khusus.
24 Oktober 2026

Konser Kanye West di GBK Siap Digelar dengan Aturan Ketat
Konser Kanye West di Stadion Utama Gelora Bung Karno digelar pada 24 Oktober dengan jadwal masuk terpisah berdasarkan kategori tiket dan aturan ketat soal barang bawaan serta akses khusus.
23 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

