Laika, Kau Mudah Dicinta: Lagu Penutup Album yang Menggambarkan Kerinduan Tak Terpenuhi
Lagu "Laika, Kau Mudah Dicinta" menjadi penutup album ketiga Nadin Amizah, yang menyampaikan perjalanan emosional melalui metafora anjing luar angkasa yang ditinggalkan.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 5 September 2026, 11.24 WITA·👁 4 orang membaca· 0 hari ini · 18x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Lagu berjudul “Laika, Kau Mudah Dicinta” resmi menjadi bagian dari album studio ketiga Nadin Amizah, berjudul *Laika, Yang Ditinggalkan*, yang dirilis pada 28 Agustus 2026 melalui label independen Sorai. Sebagai track terakhir dalam daftar 11 lagu, lagu ini menjadi simbol penutup dari narasi emosional yang mengalir sepanjang album. Melalui karya ini, Nadin menyampaikan refleksi mendalam tentang keinginan mendalam akan kasih sayang yang tak pernah terwujud.
Karakter Laika, anjing betina yang pernah dikirim Uni Soviet ke luar angkasa pada 1957, menjadi pusat metafora dalam lagu ini. Ia mewakili sosok yang begitu menginginkan cinta dan tempat tinggal yang pasti, namun akhirnya ditinggalkan tanpa pernah benar-benar merasakan kehadiran yang stabil. Lirik lagu menggambarkan upaya tak henti untuk tetap tersenyum meski hati terluka, berusaha menahan air mata demi menahan kepergian yang tak bisa dicegah.
Melalui struktur lirik yang menekankan repetisi dan pergantian bahasa, Nadin memperkuat nuansa perasaan yang terjebak antara harapan dan kekecewaan. Frasa “Tanganku di pangkuan tak gerak, tak menangis, aku tersenyum” menggambarkan ketegangan emosional di mana kebahagiaan yang dipretensi justru menutupi rasa sakit. Lagu ini menegaskan bahwa keberadaan Laika bukanlah karena sulit dicintai, melainkan karena tidak pernah ada yang benar-benar mau hadir.
Album *Laika, Yang Ditinggalkan* melanjutkan perjalanan kreatif Nadin setelah dua karya sebelumnya, *Selamat Ulang Tahun* (2020) dan *Untuk Dunia, Cinta, & Kotornya* (2023). Dengan melibatkan sepuluh produser, termasuk Lafa Pratomo, Baskara Putra, dan Enrico Octaviano, album ini menunjukkan pendekatan musikal yang kompleks dan berlapis. Melalui 11 lagu yang berurutan, album membawa pendengar melalui jalan panjang dari kerinduan hingga kehampaan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Penonton Padati GBK Menyambut Konser Kanye West
Ribuan penonton memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno sebelum konser Kanye West, tampil kompak dengan merchandise khas berlogo bintang merah dan tulisan "YE LIVE AT GELORA BUNG KARNO 10.24.26".
24 Oktober 2026

Empat Acara Besar Serentak Guncang GBK, Dinas Perhubungan Siapkan Langkah Antisipasi
Empat event besar digelar serentak di kawasan GBK dan Senayan pada 24 Oktober, memicu rekayasa lalu lintas dan penyesuaian transportasi umum untuk hindari kemacetan parah.
24 Oktober 2026

Rekayasa Lalu Lintas Hadapi Konser Kanye West di GBK
Dishub DKI Jakarta menerapkan penyesuaian arus lalu lintas di sekitar GBK selama konser Kanye West, mulai malam hingga dini hari, dengan pengalihan rute dan layanan transportasi khusus.
24 Oktober 2026

Konser Kanye West di GBK Siap Digelar dengan Aturan Ketat
Konser Kanye West di Stadion Utama Gelora Bung Karno digelar pada 24 Oktober dengan jadwal masuk terpisah berdasarkan kategori tiket dan aturan ketat soal barang bawaan serta akses khusus.
23 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

