Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Laika, Kau Mudah Dicinta: Lagu Penutup Album yang Menggambarkan Kerinduan Tak Terpenuhi

Lagu "Laika, Kau Mudah Dicinta" menjadi penutup album ketiga Nadin Amizah, yang menyampaikan perjalanan emosional melalui metafora anjing luar angkasa yang ditinggalkan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 5 September 2026, 11.24 WITA·👁 4 orang membaca· 0 hari ini · 18x dibuka
Laika, Kau Mudah Dicinta: Lagu Penutup Album yang Menggambarkan Kerinduan Tak Terpenuhi📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Lagu berjudul “Laika, Kau Mudah Dicinta” resmi menjadi bagian dari album studio ketiga Nadin Amizah, berjudul *Laika, Yang Ditinggalkan*, yang dirilis pada 28 Agustus 2026 melalui label independen Sorai. Sebagai track terakhir dalam daftar 11 lagu, lagu ini menjadi simbol penutup dari narasi emosional yang mengalir sepanjang album. Melalui karya ini, Nadin menyampaikan refleksi mendalam tentang keinginan mendalam akan kasih sayang yang tak pernah terwujud.

Karakter Laika, anjing betina yang pernah dikirim Uni Soviet ke luar angkasa pada 1957, menjadi pusat metafora dalam lagu ini. Ia mewakili sosok yang begitu menginginkan cinta dan tempat tinggal yang pasti, namun akhirnya ditinggalkan tanpa pernah benar-benar merasakan kehadiran yang stabil. Lirik lagu menggambarkan upaya tak henti untuk tetap tersenyum meski hati terluka, berusaha menahan air mata demi menahan kepergian yang tak bisa dicegah.

Melalui struktur lirik yang menekankan repetisi dan pergantian bahasa, Nadin memperkuat nuansa perasaan yang terjebak antara harapan dan kekecewaan. Frasa “Tanganku di pangkuan tak gerak, tak menangis, aku tersenyum” menggambarkan ketegangan emosional di mana kebahagiaan yang dipretensi justru menutupi rasa sakit. Lagu ini menegaskan bahwa keberadaan Laika bukanlah karena sulit dicintai, melainkan karena tidak pernah ada yang benar-benar mau hadir.

Album *Laika, Yang Ditinggalkan* melanjutkan perjalanan kreatif Nadin setelah dua karya sebelumnya, *Selamat Ulang Tahun* (2020) dan *Untuk Dunia, Cinta, & Kotornya* (2023). Dengan melibatkan sepuluh produser, termasuk Lafa Pratomo, Baskara Putra, dan Enrico Octaviano, album ini menunjukkan pendekatan musikal yang kompleks dan berlapis. Melalui 11 lagu yang berurutan, album membawa pendengar melalui jalan panjang dari kerinduan hingga kehampaan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Penonton Padati GBK Menyambut Konser Kanye West
Musik

Penonton Padati GBK Menyambut Konser Kanye West

Ribuan penonton memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno sebelum konser Kanye West, tampil kompak dengan merchandise khas berlogo bintang merah dan tulisan "YE LIVE AT GELORA BUNG KARNO 10.24.26".

24 Oktober 2026

Berita Lainnya