Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Laut Bercerita Tayang 29 Oktober 2026

Film adaptasi novel Leila S. Chudori tentang perjuangan mahasiswa dan pencarian kehilangan tayang di bioskop mulai 29 Oktober 2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 09.02 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 63x dibuka
Laut Bercerita Tayang 29 Oktober 2026📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Film "Laut Bercerita" resmi dijadwalkan tayang di layar lebar Indonesia pada 29 Oktober 2026, menyusul antusiasme terhadap karya sastra yang telah menggugah refleksi sosial sejak terbit pada 2017. Dibawa ke layar lebar oleh sutradara Yosep Anggi Noen, film ini mengangkat narasi kompleks tentang perjuangan kebebasan berekspresi di tengah ketegangan politik akhir 1990-an, khususnya di Yogyakarta. Durasi film sepanjang 135 menit dirancang untuk memadatkan kisah yang berakar dari novel dengan pendekatan sinematik yang intens dan penuh emosi.

Cerita berpusat pada Biru Laut, tokoh utama yang diperankan Reza Rahadian, seorang mahasiswa yang dikenal sebagai pencinta tulisan dan diskusi. Ia bergabung dengan kelompok studi bernama Winatra bersama teman-teman seperti Daniel, Alex, dan Sunu, yang bersama-sama menjadikan refleksi intelektual sebagai bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan. Kegiatan mereka, mulai dari membaca buku hingga berdiskusi terbuka, menjadi simbol keteguhan nilai di tengah lingkungan yang semakin terkendali dan penuh ancaman.

Ketegangan memuncak ketika tiga mahasiswa ditangkap karena menyebarkan literatur terlarang, memicu ketakutan dan kewaspadaan di kalangan aktivis kampus. Puncak konflik terjadi ketika Biru Laut dan sejumlah rekan menghilang tanpa jejak pada malam tertentu. Kehilangan itu meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarganya, termasuk Bapak (Arswendy Bening Swara), Ibu (Christine Hakim), dan adiknya, Asmara Jati (Yunita Siregar), yang terus menjalani masa penantian panjang tanpa kepastian.

Dalam perjalanan panjang mencari jawaban, Asmara bersama mantan rekan Laut memulai pencarian jejak yang ditinggalkan, bukan hanya untuk menemukan orang yang hilang, tetapi juga untuk mendapatkan kejelasan tentang nasib yang tak kunjung terungkap. Melalui perjalanan ini, film menggambarkan kekuatan persahabatan, cinta keluarga, serta dampak psikologis dari ketidakpastian yang terus membayangi hidup mereka. Adaptasi ini dilakukan dengan kolaborasi erat antara penulis novel Leila S. Chudori dan sutradara Yosep Anggi Noen, yang menyesuaikan narasi novel agar sesuai dengan durasi dan kebutuhan sinematik tanpa mengubah esensi cerita.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya