Lebar Kursi Ekonomi di Maskapai Dunia Bervariasi, Ini Rinciannya
Penelitian membandingkan lebar kursi dan ruang kaki di berbagai maskapai global, mengungkap bahwa Wizz Air dan TAP Portugal menawarkan ruang terluas di kelas ekonomi.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 10 September 2026, 19.45 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 6x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kenyamanan saat terbang di kelas ekonomi sering kali dipengaruhi oleh dimensi kursi dan ruang kaki yang tersedia. Berdasarkan data terkini, lebar dudukan kursi pada penerbangan jarak pendek berkisar antara 43 hingga 46 sentimeter, atau sekitar 17 hingga 18 inci. Meskipun perbedaan satu inci terlihat kecil, dampaknya terasa signifikan terhadap kenyamanan penumpang selama penerbangan panjang.
Tidak semua maskapai berbiaya rendah memiliki kursi paling sempit, sebagaimana dugaan umum. Justru Wizz Air, TAP Portugal, easyJet, dan Lufthansa termasuk dalam kategori maskapai dengan lebar kursi terluas, yaitu mencapai 18 inci. Di sisi lain, maskapai seperti British Airways, Jet2, KLM, Norwegian, Ryanair, Aer Lingus, dan Tui menawarkan kursi dengan lebar 17 inci, yang merupakan ukuran paling sempit di antara yang disurvei. Vueling berada di tengah-tengah dengan lebar 17,5 inci.
Selain lebar kursi, ruang kaki atau legroom juga menjadi pertimbangan penting. Beberapa posisi seperti kursi bulkhead—yang terletak di depan dinding pembatas kabin—sering menjadi pilihan favorit karena area depannya lebih lapang. Maskapai seperti Emirates, Qantas, dan Singapore Airlines menawarkan ruang kaki hingga 34 inci, sementara beberapa maskapai lain seperti Virgin Atlantic dan British Airways menyediakan ruang antara 30 hingga 32 inci.
Penumpang juga memiliki opsi untuk meningkatkan kenyamanan dengan membayar tambahan. easyJet menawarkan pilihan kursi Up Front dan Extra Legroom, sedangkan Ryanair dan Wizz Air menyediakan penentuan kursi secara acak gratis, dengan fasilitas pemilihan kursi khusus jika ditambah biaya. Hal ini menunjukkan bahwa meski konfigurasi pesawat umumnya seragam—dengan model berbadan sempit seperti Airbus A320 atau Boeing 737—perbedaan layanan dan fleksibilitas tetap menjadi pembeda antar maskapai.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Premi Asuransi Mobil Listrik Lebih Tinggi, Ini Alasannya
Biaya perbaikan dan suku cadang yang mahal menjadi penyebab premi asuransi mobil listrik lebih tinggi dibanding kendaraan konvensional, sesuai penjelasan dari perusahaan asuransi di tengah penyesuaian tarif.
11 September 2026

Beli iPhone 18 Duo di Luar Negeri? Siapkan Rp66,7 Juta untuk Pajak
Konsumen yang membeli iPhone 18 Duo 2 TB dari AS harus siap membayar bea masuk dan PPN hingga Rp10,5 juta saat masuk ke Indonesia.
11 September 2026

Rupiah Melemah ke Rp17.570 per Dolar AS
Rupiah dibuka melemah 0,23% ke level Rp17.570/US$ pada awal perdagangan Jumat, dipengaruhi penguatan dolar global dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
11 September 2026

Laba TINS Melonjak 805% di Semester I 2026
PT Timah (Persero) Tbk. mencatat laba bersih Rp2,71 triliun pada semester pertama 2026, naik 805% dibanding periode sama tahun sebelumnya, didorong kenaikan harga dan volume penjualan logam timah.
11 September 2026
Berita Lainnya

Cek Tagihan dan Tarif Listrik PLN via HP, Ini Rincian 2026
Jumat, 11 September 2026, 19.46 WITA

Google Maps Dorong Kolaborasi Lokasi Real-Time Tanpa Batas
Jumat, 11 September 2026, 19.39 WITA

Indonesia Siapkan Tim Negosiator Unggul untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi 2029
Jumat, 11 September 2026, 19.39 WITA

Indonesia dan Rusia Perkuat Hilirisasi Bauksit di Kalimantan
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Operator Kapal Masih Enggan Angkut Mobil Listrik
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

WEY G9 Hi4 Resmi Hadir, Ancam Dominasi Alphard
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Kapolri Ajak Pengusaha Laporkan Premanisme di Kawasan Industri
Jumat, 11 September 2026, 19.37 WITA

GWM Perluas Jaringan Diler ke Kota-Kota Strategis
Jumat, 11 September 2026, 19.37 WITA


