Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Lima Saham Dicatatkan Pergerakan Tak Lazim oleh BEI

Bursa Efek Indonesia mengumumkan aktivitas pasar tidak biasa pada lima emiten karena pergerakan harga ekstrem, baik kenaikan maupun penurunan tajam dalam periode singkat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 14 Oktober 2026, 09.14 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 186x dibuka
Lima Saham Dicatatkan Pergerakan Tak Lazim oleh BEI📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengidentifikasi lima emiten yang mengalami pergerakan harga di luar kebiasaan pada perdagangan sesi I hari Selasa (13/10/2026). Lima saham tersebut masuk dalam kategori unusual market activity (UMA) karena mengalami lonjakan atau penurunan harga yang signifikan dalam jangka waktu singkat. Empat di antaranya mengalami kenaikan harga tajam, sementara satu mengalami penurunan drastis.

PT Garda Tujuh Buana Tbk. (GTBO) mencatat kenaikan 50% dalam sebulan terakhir, dengan harga saham mencapai 234 per lembar. PT Lovina Beach Brewery Tbk. (STRK) melonjak 48,33% hanya dalam sepekan, menyentuh level 89 per saham. PT Tifico Fiber Indonesia Tbk. (TFCO) menunjukkan kenaikan luar biasa sebesar 93,37%, mencapai harga 1.605 per saham. Sementara itu, PT Daaz Bara Lestari Tbk. (DAAZ) naik 51,50% dalam sebulan, berada di level 2.530 per saham.

Di sisi lain, PT Arkora Hydro Tbk. (ARKO) menjadi satu-satunya emiten yang mengalami penurunan tajam, yaitu 50,54% dalam periode yang sama, dengan harga saham turun ke posisi 2.270 per saham. BEI menegaskan bahwa pengumuman UMA bukan indikasi pelanggaran hukum, melainkan langkah pemantauan terhadap dinamika pasar yang tidak lazim untuk memastikan transparansi dan stabilitas sistem pasar modal.

Bursa menekankan pentingnya kehati-hatian bagi investor. Mereka diminta memperhatikan respons emiten terhadap permintaan konfirmasi dari BEI, memantau kinerja perusahaan serta pengungkapan informasi secara berkala, meninjau rencana aksi korporasi yang belum disetujui rapat pemegang saham, serta mempertimbangkan risiko potensial sebelum mengambil keputusan investasi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya