Lima Saham Dicatatkan Pergerakan Tak Lazim oleh BEI
Bursa Efek Indonesia mengumumkan aktivitas pasar tidak biasa pada lima emiten karena pergerakan harga ekstrem, baik kenaikan maupun penurunan tajam dalam periode singkat.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 14 Oktober 2026, 09.14 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 186x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengidentifikasi lima emiten yang mengalami pergerakan harga di luar kebiasaan pada perdagangan sesi I hari Selasa (13/10/2026). Lima saham tersebut masuk dalam kategori unusual market activity (UMA) karena mengalami lonjakan atau penurunan harga yang signifikan dalam jangka waktu singkat. Empat di antaranya mengalami kenaikan harga tajam, sementara satu mengalami penurunan drastis.
PT Garda Tujuh Buana Tbk. (GTBO) mencatat kenaikan 50% dalam sebulan terakhir, dengan harga saham mencapai 234 per lembar. PT Lovina Beach Brewery Tbk. (STRK) melonjak 48,33% hanya dalam sepekan, menyentuh level 89 per saham. PT Tifico Fiber Indonesia Tbk. (TFCO) menunjukkan kenaikan luar biasa sebesar 93,37%, mencapai harga 1.605 per saham. Sementara itu, PT Daaz Bara Lestari Tbk. (DAAZ) naik 51,50% dalam sebulan, berada di level 2.530 per saham.
Di sisi lain, PT Arkora Hydro Tbk. (ARKO) menjadi satu-satunya emiten yang mengalami penurunan tajam, yaitu 50,54% dalam periode yang sama, dengan harga saham turun ke posisi 2.270 per saham. BEI menegaskan bahwa pengumuman UMA bukan indikasi pelanggaran hukum, melainkan langkah pemantauan terhadap dinamika pasar yang tidak lazim untuk memastikan transparansi dan stabilitas sistem pasar modal.
Bursa menekankan pentingnya kehati-hatian bagi investor. Mereka diminta memperhatikan respons emiten terhadap permintaan konfirmasi dari BEI, memantau kinerja perusahaan serta pengungkapan informasi secara berkala, meninjau rencana aksi korporasi yang belum disetujui rapat pemegang saham, serta mempertimbangkan risiko potensial sebelum mengambil keputusan investasi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Rupiah Terus Melemah di Atas Rp18.000/US$
Rupiah mengalami tekanan berkelanjutan dengan nilai tukar menembus level Rp18.040 per dolar AS, dipicu penguatan greenback dan penurunan persepsi investasi global.
25 Oktober 2026

BRILink Agen Fillio Dorong Inklusi Keuangan di Dumai
Layanan keuangan melalui BRILink Agen Fillio di Dumai berhasil meningkatkan akses transaksi keuangan bagi masyarakat, terutama UMKM dan lansia, sekaligus mendukung perputaran ekonomi lokal.
25 Oktober 2026

Obama: Pemilu Sela adalah Batas Terakhir Menghentikan Kebodohan Politik
Mantan Presiden AS Barack Obama menyerukan dukungan terhadap Demokrat dalam pemilu sela, menilai pemerintahan Trump telah membawa kekacauan dan kebijakan yang merusak stabilitas ekonomi dan keamanan nasional.
25 Oktober 2026

Singapura Jamin Stabilitas Energi Meski RI Kurangi Ekspor Gas
Singapura menegaskan kesiapan menghadapi pemangkasan pasokan gas dari Indonesia, dengan cadangan dan diversifikasi sumber yang memadai.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pengawal Energi Buka Pendaftaran untuk Lulusan Muda
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Target PNBP ESDM 2026 Naik Jadi Rp165 Triliun
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Jasa Marga Jalankan Preservasi Berkala Jalan Tol
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

Prabowo Bahas Pendidikan Kepemimpinan di Hambalang
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pemerintah Siapkan Rp883 Miliar untuk Diskon Transportasi Nataru
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.21 WITA

Kebijakan Pertanian Dorong Peningkatan Daya Beli Petani Lampung
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.21 WITA

Copshop: Dua Musuh dalam Sel yang Harus Bersatu
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.15 WITA

Serangan di Gereja Karak Tewaskan Sembilan Orang, Raja Yordania Tegaskan Tindakan Tegas
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.03 WITA

