Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Mahasiswa Kalsel Demo di Jakarta Tuntut Penanganan Karhutla

Mahasiswa asal Kalimantan Selatan menggelar aksi di Jakarta untuk menyoroti dampak empat bulan karhutla yang merusak pendidikan dan kesehatan masyarakat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 17.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 26x dibuka
Mahasiswa Kalsel Demo di Jakarta Tuntut Penanganan Karhutla📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Mahasiswa dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menempuh perjalanan panjang dari Banjarmasin menuju Jakarta untuk menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Tugu Tani. Aksi ini merupakan bentuk solidaritas terhadap masyarakat Kalimantan Selatan yang terus terpapar asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang belum juga mereda. Mereka turut serta dalam aksi bersama Aliansi Mahasiswa Komite Selamatkan Daulat Rakyat (Sadar) sebagai wujud perlawanan terhadap krisis lingkungan yang berkepanjangan.

Ketua BEM ULM, Satria Bima Agatha, menegaskan bahwa fenomena kabut asap telah berlangsung selama empat bulan terakhir, mengganggu hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat. Ia menyoroti keterbatasan akses terhadap pendidikan, di mana siswa dan mahasiswa terpaksa belajar dalam kondisi asap tebal, berisiko terhadap kesehatan pernapasan. “Bagaimana punya kesempatan belajar jika setiap hari harus berhadapan dengan asap yang menyengat?” tegasnya di lokasi aksi.

Aksi ini juga menyoroti ketidakmampuan penanganan yang efektif dari pihak terkait, yang dinilai belum mampu mencegah atau memadamkan kebakaran secara signifikan. Mahasiswa menekankan perlunya kebijakan strategis jangka panjang untuk mencegah perulangan bencana, termasuk pengelolaan lahan yang berkelanjutan dan penguatan sistem pemantauan dini. Mereka menuntut pemerintah segera mengambil langkah konkret agar masyarakat tidak terus menjadi korban dari kebijakan yang tidak berkelanjutan.

Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana tertib dan terkendali, dengan pengawalan dari aparat gabungan yang berjumlah 9.505 personel. Mahasiswa menyampaikan aspirasi mereka dengan tegas namun tetap menjaga nilai-nilai demokrasi dan keamanan publik. Aksi ini menjadi bukti bahwa permasalahan lingkungan tidak hanya lokal, tetapi membutuhkan perhatian nasional dan koordinasi serius dari berbagai pihak terkait.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya