Manfaat Usus Ayam yang Tak Banyak Diketahui
Usus ayam kaya nutrisi seperti protein, zat besi, dan vitamin B kompleks, namun harus dikonsumsi dengan porsi dan cara memasak yang tepat.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 14.40 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 11x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Usus ayam, meski sering dianggap sebagai jeroan biasa, memiliki profil nutrisi yang cukup menjanjikan. Dalam setiap porsi, makanan ini menyediakan protein berkualitas tinggi, zat besi, seng, magnesium, selenium, serta berbagai vitamin dari kelompok B dan vitamin A. Kandungan-kandungan ini berperan penting dalam mendukung fungsi tubuh, mulai dari pembentukan sel darah merah hingga menjaga keseimbangan metabolisme.
Nutrisi yang terkandung dalam usus ayam berpotensi membantu memenuhi kebutuhan harian akan zat besi, yang sangat penting bagi pencegahan anemia. Zat besi ini turut berkontribusi dalam transportasi oksigen melalui hemoglobin, sehingga mendukung fungsi otak dan energi tubuh. Selain itu, kandungan vitamin B kompleks dan seng turut mendukung sistem imun dan proses regenerasi sel.
Pengonsumsian usus ayam juga dapat membantu dalam proses penyembuhan luka dan pemeliharaan massa otot, karena protein yang dimilikinya. Namun, manfaat ini tetap tergantung pada kualitas dan cara pengolahan. Usus harus dicuci bersih dan dimasak hingga matang sempurna untuk menghindari risiko kontaminasi bakteri. Konsumsi berlebihan juga perlu dihindari karena jeroan dapat mengandung kolesterol dan lemak jenuh yang jika dikonsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko gangguan kardiovaskular.
Bagi ibu hamil, usus ayam dapat menjadi salah satu sumber tambahan nutrisi, terutama protein, zat besi, kalsium, dan fosfor yang dibutuhkan selama kehamilan. Namun, ia tidak boleh menjadi satu-satunya sumber nutrisi utama. Pola makan yang seimbang, mencakup berbagai jenis makanan seperti sayuran, buah, kacang-kacangan, dan sumber protein lain, tetap menjadi kunci utama untuk kesehatan optimal.
Dengan asupan yang terukur dan proses memasak yang higienis, usus ayam dapat menjadi pilihan lauk yang terjangkau dan bernutrisi. Namun, penting untuk tidak mengandalkan satu jenis makanan saja, apalagi jika menyangkut kesehatan jangka panjang. Keseimbangan gizi tetap menjadi prinsip dasar dalam menentukan pola makan sehat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Indonesia Bidik Rp270 Triliun dari Forum Asia Baru 2026
Forum Asia Baru 2026 di Bali menargetkan investasi global sebesar US$30 miliar, dengan Indonesia berharap menarik 40%-50% atau setara Rp270 triliun dari total tersebut.
25 Oktober 2026

Penghapusan Insentif Flat Hemat Rp3 Triliun untuk MBG
Perubahan skema insentif SPPG dari Rp6 juta per hari menjadi Rp2.000 per porsi diestimasi menghemat anggaran negara hampir Rp3 triliun hingga akhir Desember 2026.
25 Oktober 2026

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dorong transformasi madrasah menuju lingkungan belajar inklusif, aman secara digital, dan berkeadilan melalui kolaborasi semua pihak.
24 Oktober 2026
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Kontingen Sulawesi Utara keluar sebagai juara umum Kejurnas Pacuan Kuda Pordasi ke-60 Seri 2 tahun 2026, mengamankan Piala Presiden dalam perhelatan nasional.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Gubernur Tegaskan Kedisiplinan Waktu Jadi Syarat Utama JRF 2026
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Ribuan Orang Ditahan dalam Aksi Protes Prancis Terkait Biaya Hidup
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Raharjati Raih Medali Perak Panjat Tebing Dunia di Santiago
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

OJK Tekankan Kewaspadaan dalam Manfaatkan Pembiayaan Digital
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Moto2 dan Moto3 Australia Dibatalkan Akibat Cuaca Ekstrem
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Vape Berisiko Sebabkan Cedera Paru dan Penyalahgunaan Narkoba
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Prancis Siap Blokir Media Sosial Jelang Demo Rompi Kuning
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Indonesia Tekankan Konservasi Air Lewat Pengelolaan Daratan Terpadu
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.26 WITA

