Jumat, 11 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Mantan Karyawan BUMN Jadi Pemilik 17 Ladang Minyak di Sultra

Seorang warga Sulawesi Tenggara yang dulunya hanya karyawan BUMN kini menjadi pemilik 17 ladang minyak, mencatatkan keberhasilan bisnis dari nol hingga mencapai nilai Rp 45 triliun.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 11 September 2026, 07.20 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 6x dibuka
Mantan Karyawan BUMN Jadi Pemilik 17 Ladang Minyak di Sultra📷 Foto lokal iNarasikita

Kendari, ıNarasikita - Dari latar belakang keluarga menengah di Kabupaten Konawe, seorang pria asal Sulawesi Tenggara berhasil membangun imperium bisnis minyak yang mencapai nilai Rp 45 triliun. Perjalanan karier yang dimulai dari posisi karyawan BUMN kini berubah drastis, di mana ia kini menjadi pemilik sah 17 ladang produksi minyak di wilayah Sulawesi Tenggara. Keberhasilan ini tidak lepas dari strategi bisnis yang matang dan pengelolaan aset yang efisien.

Ia mengungkapkan bahwa kunci keberhasilan berawal dari ketekunan dan kemampuan membaca peluang di sektor energi. Dengan modal awal terbatas, ia membangun jaringan kerja dan memanfaatkan keterampilan yang dimiliki selama bertahun-tahun di instansi negara. Proses akuisisi dan pengelolaan lahan produksi dilakukan secara hukum dan transparan, mengikuti regulasi pemerintah terkait eksplorasi minyak bumi.

Dalam wawancara terbatas, ia menyatakan bahwa tujuan utamanya bukan hanya mengejar keuntungan finansial, melainkan menciptakan lapangan kerja dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Dari 17 ladang yang dikelolanya, sekitar 65 persen tenaga kerja merupakan warga setempat. Ia juga memastikan komitmen terhadap lingkungan melalui pengelolaan limbah yang sesuai standar dan program reboisasi di sekitar area operasional.

Kini, sosok ini menjadi inspirasi bagi generasi muda di Sulawesi Tenggara, menunjukkan bahwa latar belakang sederhana bukan penghalang untuk meraih kesuksesan besar. Ia berharap keberhasilannya dapat mendorong lebih banyak wirausaha lokal untuk berani masuk ke sektor strategis seperti energi, dengan tetap menjaga integritas dan tanggung jawab sosial.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya