Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Mantan Staf Pemkab Sultra Sampaikan Rasa Hormat Kepada 7 Pemimpin Daerah

Seorang mantan staf pemerintah daerah di Sulawesi Tenggara menyampaikan rasa hormat, bangga, dan terima kasih kepada 2 Bupati definitif dan 5 Penjabat Bupati yang pernah didampinginya selama perjalanan pengabdiannya.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 17.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
Mantan Staf Pemkab Sultra Sampaikan Rasa Hormat Kepada 7 Pemimpin Daerah
Foto: Dok. iNarasikita/Bahdin

Kendari, ıNarasikita - Dalam sebuah refleksi yang tulus, mantan staf pemerintah daerah menyampaikan apresiasi mendalam kepada tujuh sosok pemimpin yang pernah ia dampingi. Dari dua Bupati definitif dan lima Penjabat Bupati, ia merasa mendapatkan pelajaran berharga tentang kepemimpinan, profesionalisme, dan integritas. Refleksi tersebut ia tulis sebagai bentuk penghormatan atas perjalanan pengabdiannya selama ini.

Ia menyatakan bahwa setiap pemimpin memiliki karakter dan gaya yang berbeda, tetapi perbedaan tersebut justru menjadi sumber pembelajaran baginya. Ia belajar untuk beradaptasi, memahami kebutuhan pimpinan, serta menjaga profesionalisme dan kepercayaan yang diberikan. Menurutnya, pengalaman mendampingi para pemimpin daerah tidak hanya menjadi bagian dari perjalanan pemerintahan, tetapi juga perjalanan hidup pribadinya.

Foto-foto yang ia lihat kembali menggambarkan bukan hanya wajah para pemimpin, tetapi juga perubahan dinamika daerah dan masa pemerintahan yang telah berlalu. Meski sekadar dokumentasi, ia melihat makna yang lebih dalam di balik setiap gambar—cerita, pengalaman, dan pelajaran hidup.

Ia menyadari bahwa jabatan bisa berganti, kepemimpinan bisa berubah, tetapi nilai-nilai yang diperoleh dari pengalaman tetap tinggal dan menjadi bekal untuk perjalanan selanjutnya. Ia menyampaikan terima kasih atas kepercayaan, arahan, dan pengetahuan yang telah diberikan oleh para pemimpin yang pernah ia dampingi.

Refleksi ini, ia harapkan, tidak hanya menjadi catatan sejarah, tetapi juga menjadi tanggung jawab moral untuk terus belajar dan berkembang. Ia percaya bahwa seorang pribadi akan dikenang bukan karena lama berada di jabatan, tetapi karena nilai-nilai yang ia tinggalkan. Baginya, tujuh kepemimpinan yang pernah ia dampingi akan selalu dikenang dengan rasa hormat, bangga, dan penuh syukur.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya