Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Mengenal Nilai RON dan Peran Pentingnya bagi Mesin Kendaraan

Nilai RON menentukan ketahanan bahan bakar terhadap knocking, berpengaruh langsung pada performa, efisiensi, dan keawetan mesin kendaraan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 20.38 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Mengenal Nilai RON dan Peran Pentingnya bagi Mesin Kendaraan
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Nilai Research Octane Number (RON) menjadi penentu utama dalam menentukan kualitas bahan bakar, khususnya bensin, yang digunakan pada kendaraan bermotor. Angka ini menggambarkan kemampuan bahan bakar untuk menahan proses pembakaran spontan akibat tekanan tinggi dalam ruang bakar. Semakin tinggi nilai RON, semakin besar ketahanan bahan bakar terhadap fenomena knocking, yakni ledakan tidak terkontrol yang dapat merusak komponen internal mesin dalam jangka panjang.

Penggunaan bahan bakar dengan RON sesuai spesifikasi mesin sangat penting untuk menjaga kinerja optimal kendaraan. Mesin dengan rasio kompresi tinggi, seperti pada mobil berperforma tinggi atau yang dilengkapi teknologi injeksi elektronik, memerlukan bahan bakar dengan RON minimal 92 atau lebih tinggi. Jika digunakan bahan bakar dengan RON terlalu rendah, mesin akan mengalami gangguan pembakaran, menurunkan efisiensi, dan berpotensi merusak silinder atau katup.

Di pasar Indonesia, bahan bakar dibedakan berdasarkan nilai RON yang dimilikinya. Pertalite, dengan RON 90, cocok untuk kendaraan dengan kompresi sedang. Pertamax, yang memiliki RON 92, dirancang untuk mesin modern berkebutuhan lebih tinggi. Sementara bahan bakar seperti Pertamax Turbo dan merek lain dengan RON 95 ke atas ditujukan untuk kendaraan premium dan mesin berkinerja tinggi yang membutuhkan pembakaran lebih stabil dan responsif.

Pemilihan bahan bakar yang tepat bukan hanya soal efisiensi konsumsi, tetapi juga perlindungan jangka panjang terhadap mesin. Dengan RON sesuai, proses pembakaran berlangsung lebih sempurna, mengurangi emisi, meningkatkan tenaga, serta menekan risiko kerusakan akibat knocking. Oleh karena itu, pemilik kendaraan sebaiknya memahami spesifikasi mesin dan memilih bahan bakar sesuai rekomendasi pabrikan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya