Menlu Iran Sebut Netanyahu Licik, Goda AS untuk Perang
Menteri Luar Negeri Iran mengecam Netanyahu sebagai 'ular' yang menipu AS demi memicu perang melawan Iran, dengan menyebut aksi tersebut sebagai manipulasi jangka panjang melalui media.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.39 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu digambarkan sebagai sosok yang licik dan menipu dalam upaya membangkitkan konflik dengan Iran. Dalam pernyataan di platform media sosial, Araghchi menyatakan bahwa Netanyahu secara terbuka mengaku telah memengaruhi pemerintahan Amerika Serikat untuk melancarkan serangan terhadap Iran atas nama kepentingan Israel. Ungkapan itu disampaikan dengan nada tajam, menyoroti bagaimana kebijakan militer AS di kawasan dipengaruhi oleh narasi yang dibangun secara strategis dari dalam negeri Israel.
Araghchi menekankan bahwa Netanyahu tidak hanya memanfaatkan akses ke media negara selama ribuan jam siaran, tetapi juga memanipulasi persepsi publik internasional. Ia menyebut bahwa dalam bahasa Inggris, Netanyahu menggambarkan dirinya sebagai pemimpin yang berhasil mengarahkan kebijakan luar negeri AS, yang kemudian diartikan sebagai tindakan pengkhianatan terhadap prinsip kebijakan luar negeri yang seharusnya netral. Kata "serpent" yang digunakan Araghchi mengandung makna simbolik kuat, merujuk pada makhluk berbisa dalam tradisi agama dan sastra kuno yang melambangkan kecurangan dan godaan.
Peristiwa ini muncul dalam konteks ketegangan yang terus berkecamuk antara Amerika Serikat dan Iran, yang sempat mencapai puncak pada akhir Februari lalu saat operasi militer AS dan Israel dilancarkan secara intensif terhadap target strategis di Iran. Operasi tersebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, beserta sejumlah pejabat tinggi pertahanan. Setelah kejadian itu, kepemimpinan negara berpindah ke putranya, Mojtaba Khamenei, yang secara konstitusional mengambil alih tampuk kekuasaan.
Meski pada April terjadi gencatan senjata dan pada Juni tercapai kesepakatan kerja sama, ketegangan kembali memanas akibat ancaman berulang dari pihak AS. Beberapa ancaman terbukti menjadi serangan nyata, termasuk serangan terhadap infrastruktur sipil seperti jembatan, yang secara hukum dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang. Kini, Pakistan—sebagai mediator utama—berupaya membangun dialog antara kedua belah pihak untuk mencapai perdamaian permanen, namun hingga saat ini belum ada langkah konkret menuju negosiasi baru.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Festival Indonesia 2026 Perkuat Koneksi Budaya di Melbourne
Festival Indonesia 2026 di Melbourne sukses menarik lebih dari 6.000 pengunjung dengan persembahan budaya, kuliner, dan UMKM dari berbagai daerah.
25 Oktober 2026

Ratusan Ribu Warga Israel Desak Pertanggungjawaban atas Kegagalan Keamanan
Ribuan warga Israel menggelar demonstrasi besar di Tel Aviv menuntut penyelidikan independen atas kegagalan keamanan sebelum serangan 7 Oktober 2023, menjelang pemilu yang menentukan arah kebijakan militer dan politik negara.
25 Oktober 2026

Trump Pertimbangkan Serangan Militer ke Iran dalam Waktu Dekat
Presiden AS Donald Trump menyatakan sedang mempertimbangkan serangan terhadap Iran, bahkan bisa terjadi besok, dengan tujuan mencegah pengembangan senjata nuklir secara permanen.
25 Oktober 2026

Kim Jong Un Kunjungi Monumen Perang Korea di Dandong
Pemimpin Korea Utara melakukan kunjungan singkat ke Dandong, China, menjelang peringatan 76 tahun kehadiran relawan Tiongkok dalam Perang Korea, dengan fokus pada simbolisme sejarah dan kebersamaan strategis.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.29 WITA

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.28 WITA

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

