Mentawai Usulkan Perluasan APL untuk Dorong Pembangunan Ekonomi
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai meminta perluasan Areal Penggunaan Lain demi mendukung pertumbuhan ekonomi, dengan menekankan keterbatasan lahan produktif di tengah dominasi kawasan hutan.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 24 September 2026, 17.31 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 7x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kepulauan Mentawai mengajukan usulan perluasan Areal Penggunaan Lain (APL) kepada pemerintah pusat sebagai langkah strategis untuk membuka ruang ekonomi di tengah keterbatasan lahan produktif. Saat ini, sekitar 90 persen wilayah kabupaten tersebut berstatus kawasan hutan, termasuk hutan produksi, taman nasional, suaka margasatwa, dan hutan lindung, sehingga ketersediaan lahan untuk pertanian, perumahan, dan infrastruktur sangat terbatas.
Bupati Kepulauan Mentawai, Rinto Wardana, menegaskan bahwa keterbatasan APL telah menjadi penghambat utama pembangunan daerah. Ia menyampaikan bahwa keberadaan izin konsesi hutan yang masih berlaku menyulitkan upaya pengembangan ekonomi, terutama dalam penataan ruang dan pembangunan infrastruktur. Oleh karena itu, pihaknya mengusulkan pencabutan izin konsesi yang telah diberikan, termasuk tiga izin yang berada di wilayah pantai utara-selatan dan dua di Pulau Siberut.
Potensi ekonomi di Mentawai terletak pada sektor pertanian dan kelautan. Daerah ini memiliki potensi besar dalam pengembangan tanaman komoditas seperti kelapa, minyak nilam, pinang, dan gaharu, sementara sektor kelautan menawarkan peluang besar di bidang perikanan dan wisata selancar. Rinto menekankan bahwa jika dikelola secara optimal, sektor-sektor ini dapat menjadi pendorong utama peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Untuk meningkatkan produktivitas pertanian, pemerintah daerah telah meluncurkan Program 1.000 Hektar Lahan Sawah Baru dengan pendekatan kemitraan. Program ini dirancang untuk memfasilitasi masyarakat yang memiliki lahan tetapi belum mampu mengolahnya secara maksimal. Lahan yang telah dibuka dan ditanami akan dikelola secara bersama, lalu diserahkan kembali ke pemilik setelah dua tahun, sehingga dapat mendukung swasembada pangan dan pemberdayaan ekonomi lokal.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Siapkan Badan Dana Khusus untuk Tol Prioritas
Pemerintah tengah mempersiapkan balai pengelola dana khusus untuk menopang pembangunan jalan tol yang kurang menarik bagi swasta, dengan kajian selesai paling lambat tahun depan.
24 September 2026

Avengers: Endgame Encore Hadirkan Adegan Baru Jelang Doomsday
Film Avengers: Endgame Encore tayang perdana di Indonesia pada 23 September 2026 dengan empat adegan tambahan yang mengarah langsung ke Avengers: Doomsday.
24 September 2026

Evaluasi Jalur Sepeda Jakarta Fokus pada Keselamatan dan Perbaikan Infrastruktur
Pemprov DKI Jakarta mulai evaluasi menyeluruh terhadap jalur sepeda dengan fokus pada perbaikan desain, lebar, dan kondisi permukaan, seiring komunitas pesepeda menyerukan uji coba dan pemeliharaan rutin.
24 September 2026
Erdogan Dorong Rekonstruksi Gaza dan Dukung Negara Palestina Merdeka
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyerukan aksi segera rekonstruksi Gaza dan menekankan pentingnya pengakuan internasional terhadap negara Palestina berdaulat berdasarkan batas 1967.
23 September 2026
Berita Lainnya

Presiden Bentuk Badan Nasional untuk Pencegahan Karhutla dari Akar Rumput
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Presiden Dorong Riset Optimalisasi Lahan Gambut
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Mabes Polri Ambil Alih Penyelidikan Tenggelamnya Kapal Virgo
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Pemprov NTB dan DPR RI Perkuat Perlindungan PMI dari Hulu ke Hilir
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Penyusunan UU Reforma Agraria Dilakukan dengan Pertimbangan Mendalam
Kamis, 24 September 2026, 23.28 WITA

Penularan HIV: Fakta Ilmiah di Balik Mitos yang Berkembang
Kamis, 24 September 2026, 23.22 WITA

Mobil Penumpang Kapal Pesiar Dipenuhi Anak Laba-Laba di Galveston
Kamis, 24 September 2026, 23.15 WITA

Vaksindo Ekspor Vaksin Unggas ke Afrika, Capai Rp1,9 Miliar
Kamis, 24 September 2026, 23.15 WITA

