Rabu, 23 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Erdogan Dorong Rekonstruksi Gaza dan Dukung Negara Palestina Merdeka

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyerukan aksi segera rekonstruksi Gaza dan menekankan pentingnya pengakuan internasional terhadap negara Palestina berdaulat berdasarkan batas 1967.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 23 September 2026, 15.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Erdogan Dorong Rekonstruksi Gaza dan Dukung Negara Palestina Merdeka📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Dalam pidato di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB di New York, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menekankan urgensi memulai proses pemulihan infrastruktur Gaza secepat mungkin. Ia menyerukan komunitas internasional untuk memperkuat tekanan terhadap Israel guna memastikan keberlangsungan upaya pemulihan pasca-konflik. Erdogan menegaskan bahwa setiap penundaan akan semakin memperparah krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.

Ia menegaskan komitmen Turki terhadap perjanjian Sharm el-Sheikh yang telah disepakati setahun sebelumnya, serta kesiapan negaranya untuk terus mengawasi pelaksanaannya secara transparan. Erdogan menegaskan bahwa upaya menghalangi pembentukan negara Palestina secara struktural tidak akan berhasil, karena keadilan dan hak atas tanah yang merdeka adalah prinsip yang tak dapat ditolak secara global.

Dalam kesempatan itu, Erdogan menyampaikan keprihatinan mendalam atas ketidakhadiran Presiden Palestina Mahmoud Abbas di sidang PBB selama dua tahun berturut-turut. Ia menyebut ketidakhadiran tersebut sebagai simbol ketidakadilan yang menyentuh hati, menekankan bahwa rakyat Palestina harus diberi ruang dan pengakuan dalam forum internasional.

Ia mengulangi harapan akan terwujudnya negara Palestina yang merdeka, berdaulat, dengan batas wilayah sesuai tahun 1967 dan Yerusalem Timur sebagai ibu kota. “Insya Allah, kita akan menyaksikan hari-hari indah ketika negara Palestina yang merdeka dan memiliki keutuhan wilayah akan terwujud,” ujarnya.

Erdogan juga menyerukan kepada seluruh negara yang belum mengakui Palestina untuk meninjau kembali kebijakan mereka. Ia menekankan bahwa pengakuan internasional bukan sekadar simbol, melainkan langkah nyata menuju perdamaian yang berkelanjutan. Meski Abbas tidak hadir, Turki tetap menjadi suara bagi keberlangsungan perjuangan Palestina dalam forum global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya