Menteri Israel Dorong Agresi di Tepi Barat Seperti Gaza
Menteri Keuangan Israel meminta perlakuan keras terhadap Tepi Barat sebagaimana di Gaza, sambil menyerukan pembubaran Otoritas Palestina, di tengah eskalasi kekerasan dan pembatasan akses warga.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 29 September 2026, 21.07 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, kembali mengeluarkan pernyataan kontroversial yang menyerukan pendekatan militer ekstrem terhadap wilayah Tepi Barat, menyerupai strategi yang diterapkan di Jalur Gaza. Dalam wawancara dengan media lokal, ia menegaskan bahwa pemerintah Tel Aviv harus menerapkan tindakan serupa di Tepi Barat, dengan mengutamakan kekuatan militer dalam menangani situasi keamanan yang dianggap mengancam. Pernyataannya menjadi sorotan global karena menekankan pendekatan represif yang berpotensi memperburuk krisis kemanusiaan di wilayah pendudukan.
Smotrich juga kembali menegaskan tuntutannya agar Otoritas Palestina, yang berfungsi sebagai pemerintahan otonom terbatas di sejumlah wilayah Tepi Barat, dibubarkan. Ia menyebut institusi tersebut sebagai ancaman terhadap keamanan nasional Israel. Pernyataan ini muncul dalam konteks kebijakan Israel yang semakin memperketat kontrol atas pergerakan warga Palestina, termasuk penutupan pos pemeriksaan dan pembatasan akses ke jalan utama, yang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari warga lokal.
Sejak Oktober 2023, ketika Israel memulai operasi militer di Gaza, kekerasan di Tepi Barat mengalami peningkatan signifikan. Tentara Israel telah melakukan serangan berulang, mencakup penghancuran rumah, pembakaran kendaraan, perataan lahan pertanian, penggusuran paksa, serta ekspansi permukiman ilegal. Sebanyak lebih dari 1.206 warga Palestina tewas, dan hampir 26 ribu lainnya ditangkap dalam operasi penegakan hukum dan pengawasan.
Di Gaza, dampak konflik terus menghancurkan infrastruktur. Hingga kini, sekitar 90 persen fasilitas publik telah rusak, sementara jumlah korban tewas mencapai hampir 74 ribu orang. Meskipun gencatan senjata resmi berlaku sejak 10 Oktober 2025, serangan Israel tetap berlangsung, menewaskan lebih dari 1.400 warga dan melukai sekitar 5.000 lainnya, menurut data resmi Kementerian Kesehatan Gaza.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Saham MNC Group Melonjak Pasca Penerapan Harga Minimum Rp1
Sejumlah emiten MNC Group mencatat kenaikan signifikan pada perdagangan Selasa (29/9/2026), menyusul penerapan batas harga minimum saham Rp1 oleh BEI, dengan KPIG dan MSIN menjadi yang paling menguat.
29 September 2026

Pertumbuhan Ekonomi 2026 Diproyeksikan 5,4%, HSBC Soroti Ketahanan Domestik
HSBC memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh 5,4% pada 2026, didorong ketahanan terhadap tekanan global seperti kenaikan harga energi, El Nino, dan suku bunga tinggi.
29 September 2026

14 Ribu Kasus Selesai Lewat Mediasi, Hemat Anggaran Rp1,2 Triliun
Pendekatan keadilan restoratif melalui pos bantuan hukum di desa dan kelurahan berhasil menyelesaikan 14 ribu kasus, menghemat anggaran negara hingga Rp1,2 triliun dibandingkan proses pengadilan.
29 September 2026

BEI Siapkan Short Selling untuk Lima Saham Mulai 1 Oktober 2026
Transaksi short selling resmi diluncurkan pada 1 Oktober 2026 terhadap lima emiten terpilih, dengan dua sekuritas terpilih sebagai penyedia layanan.
29 September 2026
Berita Lainnya

Brick Mansions Tampilkan Aksi Polisi dan Narapidana di Kota Terisolasi
Selasa, 29 September 2026, 21.26 WITA

The Weeknd Hadirkan Konser Imersif di Jakarta
Selasa, 29 September 2026, 21.26 WITA

Jay-Z Minta Kasus Pemerasan Dibuka Kembali Usai Tuduhan Pemerkosaan Dicabut
Selasa, 29 September 2026, 21.26 WITA

Dua Petani Lansia Ditetapkan Tersangka Karhutla di Jambi
Selasa, 29 September 2026, 21.10 WITA

Masinis KA Argo Bromo Anggrek Ditetapkan Tersangka Kecelakaan di Bekasi Timur
Selasa, 29 September 2026, 21.10 WITA
Mahathir Menangis Sambil Dampingi Jenazah Istri di Makam Negara
Selasa, 29 September 2026, 21.03 WITA

Trump Bantah Isu Cairkan Dana Iran
Selasa, 29 September 2026, 21.01 WITA
Distribusi Air Bersih Menjangkau 160 Kepala Keluarga di Kolaka dan Koltim
Selasa, 29 September 2026, 21.00 WITA

