Influenza Naik di September, Kemenkes Imbau Pencegahan pada Anak
Peningkatan kasus influenza mulai September 2026 dipicu pola musiman, dengan dominasi virus H1N1 PDM09, dan Kemenkes imbau pencegahan khusus pada anak.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 29 September 2026, 17.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kasus influenza di Indonesia mulai menunjukkan kenaikan sejak pekan ketiga bulan September 2026, sesuai dengan tren musiman yang rutin terjadi setiap tahun. Menurut Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, dr. Andi Saguni, kenaikan ini bukan hal baru, melainkan bagian dari pola rutin yang telah teramati sejak 2023 hingga 2025. Puncak penyebaran biasanya terjadi antara bulan September hingga akhir tahun, dengan tingkat positivitas kasus mencapai 56 persen pada minggu ke-38.
Berdasarkan pemantauan sistem surveilans sentinel SARI, peningkatan ini tercatat secara konsisten, sejalan dengan tren global. Di tingkat internasional, sub-tipe influenza A H1N1 PDM09 menjadi yang paling dominan tersebar, termasuk di negara-negara ASEAN seperti Singapura, Malaysia, Filipina, dan Thailand. Di dalam negeri, kasus yang paling banyak ditemukan juga berasal dari virus tersebut, menunjukkan kesamaan pola penyebaran antar wilayah.
Saguni menegaskan bahwa tren penurunan kemungkinan terjadi setelah minggu ke-39 atau ke-40, sebagaimana pengalaman di tahun-tahun sebelumnya, termasuk pada 2023 yang mencatat tingkat positivitas tertinggi mencapai 68 persen. Kemenkes terus memantau kondisi rumah sakit secara langsung untuk memastikan tidak terjadi keterbatasan tempat tidur akibat lonjakan kasus, terutama pada kelompok rentan.
Untuk mencegah penularan, khususnya pada anak-anak, diperlukan langkah konkret. Dokter spesialis anak dan ahli epidemiologi klinis, Mulya Rahma Karyanti, menekankan pentingnya penggunaan masker oleh anggota keluarga yang sedang sakit, pemisahan peralatan makan, serta memastikan asupan nutrisi anak tetap tercukupi. Anak yang mengalami gejala batuk atau pilek disarankan untuk beristirahat di rumah dan tidak bersekolah agar tidak menularkan virus.
Pencegahan juga mencakup kebiasaan etika batuk dan bersin dengan menutup mulut dan hidung menggunakan siku bagian dalam. Selain itu, vaksinasi influenza disarankan bagi anak usia 6 bulan ke atas, meski masih terbatas pada layanan swasta. Bagi anak dengan risiko tinggi seperti asma berat atau gangguan imun, terapi oseltamivir dapat dipertimbangkan segera setelah konfirmasi diagnosis untuk mencegah komplikasi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Ancol Hentikan Penyelenggaraan Scream or Dance 2026
Ancol memutuskan tidak melanjutkan festival musik internasional Scream or Dance 2026 setelah evaluasi dan dialog dengan promotor, menekankan komitmen terhadap kenyamanan dan inklusivitas kawasan.
29 September 2026

Kawah Ijen Dibuka Kembali Setelah Karhutla Terkendali
Taman Wisata Alam Kawah Ijen resmi dibuka kembali setelah ditutup sementara akibat kebakaran hutan dan lahan, dengan syarat pemesanan tiket secara daring dan kepatuhan terhadap protokol keselamatan.
29 September 2026

Kemenkes Imbau Tak Konsumsi Oseltamivir Sembarangan
Kemenkes memperingatkan masyarakat agar tidak membeli atau mengonsumsi Oseltamivir tanpa resep dokter, menyusul lonjakan kasus influenza A dan kelangkaan obat di sejumlah daerah.
29 September 2026

Campur Bensin Berbeda Oktan, Bahaya Tak Terduga
Mencampur bensin dengan kadar oktan berbeda tidak disarankan karena berpotensi merusak mesin akibat ketidaksesuaian aditif dan peningkatan deposit.
29 September 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian Tegaskan Kebutuhan Kepercayaan Sebelum Pertemuan dengan Trump
Selasa, 29 September 2026, 17.59 WITA

Netanyahu Siapkan Tuntutan Hukum atas Erdogan
Selasa, 29 September 2026, 17.53 WITA

Belanda Minta Penjelasan soal Cabut Status Diplomat Israel
Selasa, 29 September 2026, 17.53 WITA

Netanyahu Minta UEA Bantah Laporan Peringatan Serangan Hamas
Selasa, 29 September 2026, 17.52 WITA

Kebijakan Pemimpin Harus Berpihak pada Rakyat
Selasa, 29 September 2026, 17.52 WITA

Saham MNC Group Melonjak Pasca Penerapan Harga Minimum Rp1
Selasa, 29 September 2026, 17.51 WITA

Prabowo Dorong Rehabilitasi Narkoba Atasi Kekurangan Ruang Lapas
Selasa, 29 September 2026, 17.51 WITA

Pertumbuhan Ekonomi 2026 Diproyeksikan 5,4%, HSBC Soroti Ketahanan Domestik
Selasa, 29 September 2026, 17.50 WITA

