Selasa, 29 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kemenkes Imbau Tak Konsumsi Oseltamivir Sembarangan

Kemenkes memperingatkan masyarakat agar tidak membeli atau mengonsumsi Oseltamivir tanpa resep dokter, menyusul lonjakan kasus influenza A dan kelangkaan obat di sejumlah daerah.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 29 September 2026, 17.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Kemenkes Imbau Tak Konsumsi Oseltamivir Sembarangan📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Kesehatan kembali menegaskan pentingnya penggunaan Oseltamivir secara bijak dan sesuai indikasi medis, menyusul meningkatnya kasus influenza A yang menyebabkan masyarakat berbondong-bondong mencari obat antivirus tersebut. Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan menyoroti adanya kecemasan publik yang diperparah oleh viralnya informasi soal peningkatan kasus di media sosial, sehingga menimbulkan fenomena pembelian massal dan stok yang menipis di berbagai fasilitas kesehatan.

Lucia Rizka Andalucia menekankan bahwa penggunaan Oseltamivir tanpa petunjuk medis, termasuk membeli dalam jumlah besar, mengonsumsi obat orang lain, atau menggandakan dosis, berisiko menimbulkan resistensi virus. Jika digunakan secara tidak tepat dalam jangka panjang, virus influenza dapat berkembang menjadi bentuk yang kurang responsif terhadap obat, sehingga mengurangi efektivitas terapi di masa depan.

Dokter spesialis paru, dr. Pompini Agustia Sitompul, menjelaskan bahwa Oseltamivir hanya diperlukan untuk pasien dengan gejala berat seperti sesak napas yang memerlukan oksigen atau pasien berisiko tinggi mengalami komplikasi. Bagi penderita influenza ringan, obat ini tidak memberikan manfaat signifikan, karena gejala umumnya dapat pulih secara alami tanpa pengobatan khusus. Ia menekankan bahwa kepanikan tidak perlu muncul, mengingat sebagian besar kasus berlangsung ringan dan tidak memerlukan terapi antiviral.

Data dari penelitian menunjukkan bahwa Oseltamivir hanya mampu mempersingkat durasi sakit rata-rata sekitar 18 jam jika diberikan dalam waktu kurang dari 24 jam sejak munculnya gejala. Selain itu, obat ini juga berisiko menyebabkan efek samping seperti muntah, terutama pada anak-anak. Oleh karena itu, lembaga kesehatan global seperti CDC merekomendasikan pemberian antivirus hanya pada pasien yang memerlukan rawat inap atau memiliki kondisi khusus yang meningkatkan risiko komplikasi.

Untuk menangani ketersediaan obat, Kemenkes telah mendistribusikan Oseltamivir ke sekitar 190 rumah sakit dan terus mempercepat pasokan melalui produksi dalam negeri maupun importasi khusus. Koordinasi dilakukan dengan rumah sakit pemerintah dan swasta berdasarkan laporan kebutuhan aktual. Masyarakat diminta tidak membeli obat dalam jumlah berlebihan agar stok tetap tersedia bagi mereka yang benar-benar membutuhkan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya