Selasa, 29 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Campur Bensin Berbeda Oktan, Bahaya Tak Terduga

Mencampur bensin dengan kadar oktan berbeda tidak disarankan karena berpotensi merusak mesin akibat ketidaksesuaian aditif dan peningkatan deposit.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 29 September 2026, 17.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Campur Bensin Berbeda Oktan, Bahaya Tak Terduga📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Penggunaan bensin dengan tingkat oktan yang tidak sesuai dengan spesifikasi mesin dapat menimbulkan dampak negatif pada performa kendaraan. Meski secara teori pencampuran bensin RON 90 dan RON 98 dapat meningkatkan angka oktan campuran, praktik ini justru dilarang oleh para ahli teknik mesin dan produsen kendaraan. Setiap jenis bensin dirancang khusus untuk mendukung rasio kompresi tertentu, sehingga keberagaman oktan harus dipertahankan sesuai rekomendasi pabrikan.

Penggunaan bensin dengan oktan terlalu rendah dapat menyebabkan knocking atau ketukan mesin, yang mengurangi efisiensi dan potensi kerusakan internal. Di sisi lain, bensin dengan oktan terlalu tinggi juga tidak selalu memberi manfaat, bahkan bisa memicu peningkatan suhu dan tekanan di ruang bakar yang berisiko merusak komponen mesin. Selain faktor kompresi, perbedaan formula kimia antar jenis bensin juga menjadi alasan utama tidak disarankannya pencampuran.

Tri Yuswidjajanto Zaenuri, dosen teknik mesin dari ITB, menekankan bahwa pencampuran bensin menyebabkan penurunan konsentrasi zat aditif, terutama detergen yang berfungsi membersihkan saluran bahan bakar dan ruang bakar. “Ketika dicampur, dosis aditif justru menurun hingga separuhnya. Secara oktan mungkin naik, tapi risikonya deposit meningkat,” ujarnya. Penumpukan kerak akibat aditif yang tidak bekerja optimal dapat menyumbat klep, mengganggu aliran bahan bakar, dan pada akhirnya merusak piston hingga menyebabkan mesin gagal berfungsi.

Untuk beralih ke bensin dengan oktan lebih tinggi secara aman, dua metode disarankan. Pertama, kosongkan seluruh tangki bahan bakar sebelum mengisi bensin baru. Kedua, isi bensin baru secara langsung, lalu isi kembali hingga penuh pada pengisian berikutnya agar campuran berkurang secara bertahap. Dengan cara ini, pengguna dapat menghindari efek negatif dari pencampuran bahan bakar yang tidak seimbang.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya