Kawah Ijen Dibuka Kembali Setelah Karhutla Terkendali
Taman Wisata Alam Kawah Ijen resmi dibuka kembali setelah ditutup sementara akibat kebakaran hutan dan lahan, dengan syarat pemesanan tiket secara daring dan kepatuhan terhadap protokol keselamatan.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 29 September 2026, 17.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Taman Wisata Alam Kawah Ijen kembali menerima kunjungan publik sejak Senin (28/9), setelah sempat ditutup sementara sejak awal September akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan sekitar. Penutupan dilakukan sebagai langkah antisipasi menyusul kondisi darurat akibat kebakaran yang meluas dan angin kencang di jalur pendakian. Pembukaan kembali dilakukan setelah Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur menilai semua jalur aman dan proses penanganan darurat telah selesai.
Kepala Seksi Konservasi Wilayah V Banyuwangi, Noviani Utami, menegaskan bahwa akses ke kawasan kini telah dipastikan aman untuk berbagai aktivitas, termasuk pendakian, wisata alam, penelitian, dan kegiatan pendidikan. Pembukaan ini juga menjadi upaya strategis untuk mendukung pemulihan ekonomi masyarakat lokal yang sebelumnya terdampak penurunan kunjungan wisata.
Untuk memastikan keamanan dan kenyamanan, semua pengunjung wajib melakukan pemesanan tiket secara online melalui situs resmi ayoketamannasional.kehutanan.go.id. Tiket tidak lagi dijual di lokasi. Selain itu, pendaki diharuskan membawa peralatan pendakian lengkap, seperti senter atau headlamp, masker pelindung, dan jaket tebal mengingat suhu ekstrem di kawasan tersebut.
Pengunjung juga diminta mematuhi aturan ketat terkait kebersihan dan keamanan lingkungan. Larangan membuang sampah sembarangan serta melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran susulan tetap berlaku. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pelestarian kawasan yang secara ekologis rentan terhadap kerusakan akibat aktivitas manusia dan bencana alam.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Ancol Hentikan Penyelenggaraan Scream or Dance 2026
Ancol memutuskan tidak melanjutkan festival musik internasional Scream or Dance 2026 setelah evaluasi dan dialog dengan promotor, menekankan komitmen terhadap kenyamanan dan inklusivitas kawasan.
29 September 2026

Influenza Naik di September, Kemenkes Imbau Pencegahan pada Anak
Peningkatan kasus influenza mulai September 2026 dipicu pola musiman, dengan dominasi virus H1N1 PDM09, dan Kemenkes imbau pencegahan khusus pada anak.
29 September 2026

Kemenkes Imbau Tak Konsumsi Oseltamivir Sembarangan
Kemenkes memperingatkan masyarakat agar tidak membeli atau mengonsumsi Oseltamivir tanpa resep dokter, menyusul lonjakan kasus influenza A dan kelangkaan obat di sejumlah daerah.
29 September 2026

Campur Bensin Berbeda Oktan, Bahaya Tak Terduga
Mencampur bensin dengan kadar oktan berbeda tidak disarankan karena berpotensi merusak mesin akibat ketidaksesuaian aditif dan peningkatan deposit.
29 September 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian Tegaskan Kebutuhan Kepercayaan Sebelum Pertemuan dengan Trump
Selasa, 29 September 2026, 17.59 WITA

Netanyahu Siapkan Tuntutan Hukum atas Erdogan
Selasa, 29 September 2026, 17.53 WITA

Belanda Minta Penjelasan soal Cabut Status Diplomat Israel
Selasa, 29 September 2026, 17.53 WITA

Netanyahu Minta UEA Bantah Laporan Peringatan Serangan Hamas
Selasa, 29 September 2026, 17.52 WITA

Kebijakan Pemimpin Harus Berpihak pada Rakyat
Selasa, 29 September 2026, 17.52 WITA

Saham MNC Group Melonjak Pasca Penerapan Harga Minimum Rp1
Selasa, 29 September 2026, 17.51 WITA

Prabowo Dorong Rehabilitasi Narkoba Atasi Kekurangan Ruang Lapas
Selasa, 29 September 2026, 17.51 WITA

Pertumbuhan Ekonomi 2026 Diproyeksikan 5,4%, HSBC Soroti Ketahanan Domestik
Selasa, 29 September 2026, 17.50 WITA

