Selasa, 29 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Nvidia Gelontorkan Dana Buyback Setara 25% Pasar Saham RI

Program pembelian kembali saham Nvidia senilai US$ 150 miliar mampu menutupi total kapitalisasi lima emiten terbesar di BEI, menunjukkan skala ekonomi global yang luar biasa.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 29 September 2026, 15.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Nvidia Gelontorkan Dana Buyback Setara 25% Pasar Saham RI📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, Nvidia, mengumumkan tambahan otorisasi pembelian kembali saham (buyback) senilai US$ 150 miliar, menjadikannya program terbesar dalam sejarah pasar modal AS. Dengan kurs rata-rata Rp 18.000 per dolar AS, angka tersebut setara Rp 2.700 triliun, yang mencapai 25% dari total kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir perdagangan 29 September 2026.

Peningkatan ini menaikkan total otorisasi buyback Nvidia menjadi US$ 235 miliar atau sekitar Rp 4.230 triliun, yang setara dengan 39% dari nilai keseluruhan emiten di pasar modal Indonesia. Jika diterapkan secara langsung, dana tersebut cukup untuk mengakuisisi lima perusahaan dengan kapitalisasi pasar tertinggi di BEI, termasuk Bank Central Asia (BBCA), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), DCI Indonesia (DCII), Bayan Resources (BYAN), dan Barito Renewables Energy (BREN).

Kapitalisasi kelima emiten tersebut berjumlah Rp 2.517,6 triliun, atau sekitar US$ 140 miliar, sehingga masih tersisa sekitar Rp 182 triliun dari dana buyback Nvidia. Namun, perlu dicatat bahwa otorisasi ini bukan komitmen pembelian langsung, melainkan batas maksimum yang bisa digunakan sesuai kondisi pasar dan strategi perusahaan.

Pengumuman ini datang hanya empat bulan setelah Nvidia menambahkan US$ 80 miliar dalam otorisasi sebelumnya, menandai momentum kuat dalam kebijakan return kepada pemegang saham. Sebagai perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar dunia—lebih dari US$ 5,4 triliun—Nvidia menekankan bahwa pendapatan rekor US$ 96,2 miliar pada kuartal berakhir Juli 2026 menjadi fondasi utama untuk kebijakan tersebut.

CEO Nvidia, Jensen Huang, menegaskan bahwa pertumbuhan perusahaan didorong oleh transformasi digital global menuju kecerdasan buatan dan komputasi canggih. Ia menyebut keuntungan yang signifikan memungkinkan perusahaan membagikan nilai kepada pemegang saham melalui dividen dan buyback, sambil tetap berinvestasi di teknologi masa depan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Tonton Videonya

Berita Terkait

Berita Lainnya