Trump Bantah Isu Cairkan Dana Iran
Presiden AS Donald Trump menegaskan tidak pernah menawarkan keringanan sanksi atau pencairan dana Iran, menolak laporan media yang menyebutnya melakukan imbalan ekonomi demi negosiasi nuklir.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 29 September 2026, 21.01 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 6x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara tegas membantah kabar yang menyebut dirinya menawarkan pengurangan sanksi serta pencairan aset Iran yang sebelumnya dibekukan. Pernyataan ini disampaikan melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, pada Selasa (29/8), menanggapi laporan yang diklaim menyebutnya telah mempertimbangkan kebijakan tersebut sebagai bagian dari upaya diplomasi nuklir. Trump menekankan bahwa informasi tersebut tidak benar dan menilainya sebagai berita palsu yang sengaja disebarkan.
Ia menyebut laporan tersebut sebagai bagian dari fenomena yang disebut “Trump Derangement Syndrome”, istilah yang merujuk pada kecenderungan kritik berlebihan terhadap dirinya oleh sebagian media dan kelompok oposisi. Trump menuntut agar artikel yang menyebarkan isu tersebut segera ditarik dari publikasi. Ia menegaskan bahwa tidak ada kesepakatan atau imbalan yang pernah diusulkan olehnya terhadap Iran dalam konteks program nuklir negara tersebut.
Laporan yang memicu reaksi keras ini berasal dari media AS yang menyebut bahwa pejabat AS menyatakan Trump telah menawarkan keringanan sanksi dan pencairan dana sebagai bagian dari upaya mencapai kesepakatan nuklir. Laporan itu muncul di tengah proses diplomasi yang dilakukan oleh mediator dari Pakistan dan Qatar, yang sedang berusaha memfasilitasi komunikasi antara Washington dan Teheran. Pertemuan tidak langsung antara perwakilan kedua negara dilaporkan berlangsung secara positif dan konstruktif.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Netanyahu Siapkan Tuntutan Hukum atas Erdogan
Israel mulai menyusun berkas hukum komprehensif terhadap Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan terkait kebijakan terhadap Kurdi dan dugaan dukungan kepada Hamas.
29 September 2026

Belanda Minta Penjelasan soal Cabut Status Diplomat Israel
Belanda meminta klarifikasi kepada duta besar Israel atas pencabutan status diplomatik karyawan kedutaan di Ramallah, menyusul tensi akibat kebijakan perdagangan terhadap wilayah pendudukan.
29 September 2026

Kebijakan Pemimpin Harus Berpihak pada Rakyat
Menteri Pertanian menekankan bahwa keberanian mengambil kebijakan tepat menjadi ciri utama pemimpin yang efektif, bukan sekadar kerja keras.
29 September 2026

Komisi II DPR Pilih Panggil Ombudsman Sendiri, Hindari Konflik Lembaga
Komisi II DPR memilih menggelar rapat khusus dengan Ombudsman untuk menangani temuan fasilitas mewah di Lapas Cibinong, menghindari kesan saling menyalahkan antarlembaga negara.
29 September 2026
Berita Lainnya

Brick Mansions Tampilkan Aksi Polisi dan Narapidana di Kota Terisolasi
Selasa, 29 September 2026, 21.26 WITA

The Weeknd Hadirkan Konser Imersif di Jakarta
Selasa, 29 September 2026, 21.26 WITA

Jay-Z Minta Kasus Pemerasan Dibuka Kembali Usai Tuduhan Pemerkosaan Dicabut
Selasa, 29 September 2026, 21.26 WITA

Dua Petani Lansia Ditetapkan Tersangka Karhutla di Jambi
Selasa, 29 September 2026, 21.10 WITA

Masinis KA Argo Bromo Anggrek Ditetapkan Tersangka Kecelakaan di Bekasi Timur
Selasa, 29 September 2026, 21.10 WITA

Menteri Israel Dorong Agresi di Tepi Barat Seperti Gaza
Selasa, 29 September 2026, 21.07 WITA
Mahathir Menangis Sambil Dampingi Jenazah Istri di Makam Negara
Selasa, 29 September 2026, 21.03 WITA
Distribusi Air Bersih Menjangkau 160 Kepala Keluarga di Kolaka dan Koltim
Selasa, 29 September 2026, 21.00 WITA

