Menteri Israel Hina Tahanan Perempuan, Kritik Dunia Meningkat
Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir menuai kecaman internasional setelah terekam menghina tahanan perempuan Palestina yang mengeluhkan kondisi penahanan buruk.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Seorang pejabat keamanan tingkat tinggi di Israel, Itamar Ben Gvir, kembali menjadi sorotan global setelah video berisi interaksi dengan tahanan perempuan Palestina tersebar luas. Dalam rekaman yang diunggah ke platform media sosial, Ben Gvir menanggapi keluhan para tahanan soal tidak adanya akses mandi selama tiga hari, minimnya perawatan kesehatan, serta pakaian yang kotor. Ia justru menyatakan bahwa kondisi penjara saat ini sudah sesuai dengan kebijakan yang diterapkan, dan menyatakan kepuasannya terhadap situasi tersebut.
Pernyataan Ben Gvir yang menolak peduli terhadap keluhan tahanan dianggap sebagai bentuk penghinaan terhadap martabat manusia. Ia menegaskan bahwa kebijakan yang diterapkan hanya mencakup hal-hal paling dasar, dengan alasan bahwa warga Israel yang ditahan di Jalur Gaza juga mengalami kondisi serupa. Ungkapan tersebut diperkuat dengan pernyataan bahwa ia akan terus memimpin dengan prinsip minimalis dalam penanganan tahanan Palestina.
Organisasi Komisi Urusan Tahanan dan Mantan Tahanan Palestina mengecam tindakan Ben Gvir sebagai bentuk intimidasi dan pelanggaran hak asasi. Mereka menekankan bahwa pengambilan gambar tahanan tanpa izin dan publikasi kondisi mereka merupakan bentuk penghinaan sistemik. Rekaman tersebut dianggap sebagai bagian dari kebijakan yang sengaja menekan dan merendahkan martabat tahanan, dengan ciri khas kebijakan yang berbasis pada penghinaan, pelaparan, dan pemisahan dari keluarga.
Sejak menjabat sebagai Menteri Keamanan Nasional pada akhir 2022, Ben Gvir dikenal sebagai tokoh yang mendukung kebijakan represif terhadap warga Palestina. Ia pernah mengusulkan pengurangan pasokan makanan dan air, pembatasan kunjungan keluarga, serta pengurangan waktu mandi bagi tahanan. Ia juga secara terbuka menolak keputusan pengadilan tahun 2025 yang mewajibkan penyediaan makanan layak bagi tahanan Palestina. Data dari komisi yang sama menunjukkan bahwa saat ini terdapat sekitar 9.400 warga Palestina ditahan di penjara Israel, termasuk 88 perempuan dan lebih dari 350 anak-anak.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Festival Indonesia 2026 Perkuat Koneksi Budaya di Melbourne
Festival Indonesia 2026 di Melbourne sukses menarik lebih dari 6.000 pengunjung dengan persembahan budaya, kuliner, dan UMKM dari berbagai daerah.
25 Oktober 2026

Ratusan Ribu Warga Israel Desak Pertanggungjawaban atas Kegagalan Keamanan
Ribuan warga Israel menggelar demonstrasi besar di Tel Aviv menuntut penyelidikan independen atas kegagalan keamanan sebelum serangan 7 Oktober 2023, menjelang pemilu yang menentukan arah kebijakan militer dan politik negara.
25 Oktober 2026

Trump Pertimbangkan Serangan Militer ke Iran dalam Waktu Dekat
Presiden AS Donald Trump menyatakan sedang mempertimbangkan serangan terhadap Iran, bahkan bisa terjadi besok, dengan tujuan mencegah pengembangan senjata nuklir secara permanen.
25 Oktober 2026

Kim Jong Un Kunjungi Monumen Perang Korea di Dandong
Pemimpin Korea Utara melakukan kunjungan singkat ke Dandong, China, menjelang peringatan 76 tahun kehadiran relawan Tiongkok dalam Perang Korea, dengan fokus pada simbolisme sejarah dan kebersamaan strategis.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.29 WITA

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.28 WITA

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

