Senin, 26 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Menteri Israel Hina Tahanan Perempuan, Kritik Dunia Meningkat

Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir menuai kecaman internasional setelah terekam menghina tahanan perempuan Palestina yang mengeluhkan kondisi penahanan buruk.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
Menteri Israel Hina Tahanan Perempuan, Kritik Dunia Meningkat📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Seorang pejabat keamanan tingkat tinggi di Israel, Itamar Ben Gvir, kembali menjadi sorotan global setelah video berisi interaksi dengan tahanan perempuan Palestina tersebar luas. Dalam rekaman yang diunggah ke platform media sosial, Ben Gvir menanggapi keluhan para tahanan soal tidak adanya akses mandi selama tiga hari, minimnya perawatan kesehatan, serta pakaian yang kotor. Ia justru menyatakan bahwa kondisi penjara saat ini sudah sesuai dengan kebijakan yang diterapkan, dan menyatakan kepuasannya terhadap situasi tersebut.

Pernyataan Ben Gvir yang menolak peduli terhadap keluhan tahanan dianggap sebagai bentuk penghinaan terhadap martabat manusia. Ia menegaskan bahwa kebijakan yang diterapkan hanya mencakup hal-hal paling dasar, dengan alasan bahwa warga Israel yang ditahan di Jalur Gaza juga mengalami kondisi serupa. Ungkapan tersebut diperkuat dengan pernyataan bahwa ia akan terus memimpin dengan prinsip minimalis dalam penanganan tahanan Palestina.

Organisasi Komisi Urusan Tahanan dan Mantan Tahanan Palestina mengecam tindakan Ben Gvir sebagai bentuk intimidasi dan pelanggaran hak asasi. Mereka menekankan bahwa pengambilan gambar tahanan tanpa izin dan publikasi kondisi mereka merupakan bentuk penghinaan sistemik. Rekaman tersebut dianggap sebagai bagian dari kebijakan yang sengaja menekan dan merendahkan martabat tahanan, dengan ciri khas kebijakan yang berbasis pada penghinaan, pelaparan, dan pemisahan dari keluarga.

Sejak menjabat sebagai Menteri Keamanan Nasional pada akhir 2022, Ben Gvir dikenal sebagai tokoh yang mendukung kebijakan represif terhadap warga Palestina. Ia pernah mengusulkan pengurangan pasokan makanan dan air, pembatasan kunjungan keluarga, serta pengurangan waktu mandi bagi tahanan. Ia juga secara terbuka menolak keputusan pengadilan tahun 2025 yang mewajibkan penyediaan makanan layak bagi tahanan Palestina. Data dari komisi yang sama menunjukkan bahwa saat ini terdapat sekitar 9.400 warga Palestina ditahan di penjara Israel, termasuk 88 perempuan dan lebih dari 350 anak-anak.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya