Mojtaba Khamenei Soroti Kemandirian Ekonomi Hadapi Sanksi
Pemimpin Tertinggi Iran menekankan pentingnya produksi dalam negeri dan persatuan nasional untuk mengatasi tekanan ekonomi akibat sanksi internasional.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.42 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei, menegaskan bahwa kunci mengatasi krisis ekonomi terletak pada peningkatan kapasitas produksi dalam negeri, sekaligus mengurangi ketergantungan pada dolar global. Pernyataan ini disampaikan dalam kesempatan peringatan Pekan Pemerintah, yang jatuh pada tanggal 30 Agustus, sekaligus mengenang para pemimpin korban pengeboman tahun 1981. Ia menyoroti bahwa sanksi ekonomi yang diterapkan oleh Amerika Serikat tidak hanya sebagai alat tekanan, tetapi juga tantangan strategis yang harus dijawab dengan kebijakan tahan banting dan inovasi nasional.
Mojtaba menekankan perlunya pendekatan bijak dalam impor, bukan sebagai solusi utama, melainkan sebagai penunjang ketika produksi dalam negeri belum mencukupi. Ia menilai bahwa keberhasilan Iran dalam menghadapi agresi ekonomi selama enam bulan terakhir membuktikan ketangguhan sistem yang dibangun atas dasar otonomi dan kemandirian. Dalam konteks ini, ia memuji pemerintahan Presiden Masoud Pezeshkian yang dinilai mampu menangani kebutuhan pokok masyarakat meski menghadapi blokade dan tekanan politik.
Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak terletak pada meniru model asing, melainkan pada pengelolaan sumber daya dan kapasitas lokal secara optimal. Menurutnya, sejarah menunjukkan bahwa pendekatan eksternal yang diusung lawan justru merusak kepentingan Iran dalam jangka panjang. Oleh karena itu, ia menyerukan agar seluruh elemen masyarakat, terutama kalangan muda dan para ahli, turut berperan dalam menghadirkan inovasi dan transformasi sistemik.
Mojtaba juga menekankan pentingnya menjaga persatuan nasional sebagai fondasi utama. Ia memperingatkan bahwa perpecahan yang diciptakan melalui narasi seperti “perang vs negosiasi” atau “kompromi vs penghasutan” justru berpotensi merugikan rakyat. Ia menegaskan bahwa setiap tindakan yang merusak kohesi sosial dilarang keras. Dalam hal ini, sektor pendidikan, budaya, dan pengasuhan anak menjadi prioritas, dengan penghargaan khusus diberikan kepada guru, dokter, perawat, dan ibu rumah tangga sebagai garda depan pembentukan karakter bangsa.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Festival Indonesia 2026 Perkuat Koneksi Budaya di Melbourne
Festival Indonesia 2026 di Melbourne sukses menarik lebih dari 6.000 pengunjung dengan persembahan budaya, kuliner, dan UMKM dari berbagai daerah.
25 Oktober 2026

Ratusan Ribu Warga Israel Desak Pertanggungjawaban atas Kegagalan Keamanan
Ribuan warga Israel menggelar demonstrasi besar di Tel Aviv menuntut penyelidikan independen atas kegagalan keamanan sebelum serangan 7 Oktober 2023, menjelang pemilu yang menentukan arah kebijakan militer dan politik negara.
25 Oktober 2026

Trump Pertimbangkan Serangan Militer ke Iran dalam Waktu Dekat
Presiden AS Donald Trump menyatakan sedang mempertimbangkan serangan terhadap Iran, bahkan bisa terjadi besok, dengan tujuan mencegah pengembangan senjata nuklir secara permanen.
25 Oktober 2026

Kim Jong Un Kunjungi Monumen Perang Korea di Dandong
Pemimpin Korea Utara melakukan kunjungan singkat ke Dandong, China, menjelang peringatan 76 tahun kehadiran relawan Tiongkok dalam Perang Korea, dengan fokus pada simbolisme sejarah dan kebersamaan strategis.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.29 WITA

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.28 WITA

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

