Moreno Divonis 5 Tahun Penjara karena Kasus Suap Bendungan
Mantan presiden Ekuador, Lenin Moreno, dijatuhi hukuman lima tahun penjara oleh pengadilan setelah terbukti menerima suap dari perusahaan China dalam proyek pembangkit listrik tenaga air.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pengadilan Ekuador telah menjatuhkan hukuman lima tahun penjara kepada mantan kepala negara Lenin Moreno terkait dugaan korupsi dalam proyek Bendungan Coca Codo Sinclair. Putusan ini merupakan bagian dari penyelidikan besar-besaran yang melibatkan 20 terdakwa, termasuk dua mantan manajer pembangkit listrik. Kasus tersebut berawal dari proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga air yang dikerjakan oleh perusahaan China, Sinohydro, dengan nilai kontrak mencapai sekitar US$1,9 miliar. Jaksa menyatakan bahwa Sinohydro menyalurkan suap senilai total US$76 juta, atau setara empat persen dari total biaya proyek, untuk memengaruhi keputusan pemerintah.
Moreno, yang menjabat presiden dari 2017 hingga 2021, diduga terlibat dalam korupsi saat masih menjabat sebagai wakil presiden di era presiden Rafael Correa, antara 2007 hingga 2013. Ia kemudian menggantikan Correa sebagai kepala negara dengan dukungan mantan atasan tersebut, tetapi hubungan keduanya berubah saat Moreno beralih ke arah politik yang lebih moderat dan menjalin hubungan erat dengan Amerika Serikat. Kini, keduanya dianggap sebagai tokoh oposisi, dengan Correa sendiri telah divonis bersalah dalam kasus korupsi serupa dan kini berada di pengasingan di Belgia.
Dalam sidang, Moreno membantah semua tuduhan dan menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menerima satu sen pun dari Sinohydro. Ia menyalahkan proses hukum ini pada dendam politik dari mantan pendukungnya, Correa, yang menurutnya berusaha membalas kegagalan politiknya. “Ini adalah upaya sistematis untuk menghancurkan saya,” ujar Moreno setelah vonis dibacakan. Ia juga menyatakan akan mengajukan banding atas putusan tersebut.
Selain Moreno, istri dan sejumlah kerabatnya juga dihukum penjara hampir tiga tahun karena terbukti terlibat dalam skema korupsi yang sama. Jaksa sebelumnya menuntut hukuman enam setengah tahun penjara, tetapi pengadilan memutuskan hukuman lebih ringan. Putusan ini menyoroti kerentanan sistem politik dan ekonomi di Ekuador terhadap praktik korupsi, terutama dalam proyek infrastruktur besar yang melibatkan investor asing.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Festival Indonesia 2026 Perkuat Koneksi Budaya di Melbourne
Festival Indonesia 2026 di Melbourne sukses menarik lebih dari 6.000 pengunjung dengan persembahan budaya, kuliner, dan UMKM dari berbagai daerah.
25 Oktober 2026

Ratusan Ribu Warga Israel Desak Pertanggungjawaban atas Kegagalan Keamanan
Ribuan warga Israel menggelar demonstrasi besar di Tel Aviv menuntut penyelidikan independen atas kegagalan keamanan sebelum serangan 7 Oktober 2023, menjelang pemilu yang menentukan arah kebijakan militer dan politik negara.
25 Oktober 2026

Trump Pertimbangkan Serangan Militer ke Iran dalam Waktu Dekat
Presiden AS Donald Trump menyatakan sedang mempertimbangkan serangan terhadap Iran, bahkan bisa terjadi besok, dengan tujuan mencegah pengembangan senjata nuklir secara permanen.
25 Oktober 2026

Kim Jong Un Kunjungi Monumen Perang Korea di Dandong
Pemimpin Korea Utara melakukan kunjungan singkat ke Dandong, China, menjelang peringatan 76 tahun kehadiran relawan Tiongkok dalam Perang Korea, dengan fokus pada simbolisme sejarah dan kebersamaan strategis.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.29 WITA

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.28 WITA

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

