Selasa, 22 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Musik dan Kecerdasan Anak: Apa yang Benar-benar Terbukti?

Studi menunjukkan latihan musik berdampak kecil terhadap kognitif anak, terutama pada usia prasekolah, namun korelasi tidak menunjukkan kausalitas langsung.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 21 September 2026, 21.12 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Musik dan Kecerdasan Anak: Apa yang Benar-benar Terbukti?📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pengajaran musik bagi anak sering dikaitkan dengan peningkatan kecerdasan, tetapi bukti ilmiah menunjukkan efeknya lebih terbatas dari yang diperkirakan banyak orang tua. Ketika anak belajar memainkan alat musik, mereka melibatkan berbagai fungsi kognitif secara bersamaan—mendengarkan ritme, mengingat pola, mengatur gerakan tangan dan tubuh, serta mengikuti instruksi. Aktivitas ini melatih kemampuan eksekutif, seperti kontrol inhibisi, yang memungkinkan anak menahan respons spontan dan lebih fokus dalam situasi tertentu.

Beberapa penelitian, termasuk yang diterbitkan dalam jurnal Cognition, mengungkap bahwa latihan musik terkait dengan peningkatan kontrol respons, terutama pada anak usia 3 hingga 6 tahun. Kemampuan kerja memori (working memory), yaitu kemampuan menyimpan dan menggunakan informasi sementara, juga menunjukkan respons yang cukup signifikan terhadap pelatihan musik. Namun, efek tersebut tidak selalu konsisten dan tergantung pada metode serta konteks pembelajaran.

Meskipun ada hubungan antara musik dan perkembangan kognitif, hasil riset yang diterbitkan dalam Memory & Cognition menunjukkan bahwa setelah mempertimbangkan kualitas studi dan faktor lain, dampak latihan musik terhadap kemampuan akademik atau kecerdasan secara umum sangat kecil—hampir tidak ada. Anak yang ikut les musik tidak otomatis lebih pintar karena pelatihan tersebut, melainkan bisa jadi karena mereka sudah memiliki stimulasi lingkungan yang lebih baik sejak awal, akses pendidikan lebih unggul, atau memiliki minat alami terhadap seni.

Hubungan antara musik dan kognisi bersifat dua arah: bukan hanya musik yang memengaruhi otak, tetapi minat dan bakat anak juga memengaruhi kecenderungannya untuk terlibat dalam aktivitas musik. Oleh karena itu, mengenalkan musik kepada anak sebaiknya didasarkan pada kecintaan dan pengalaman belajar, bukan semata-mata untuk meningkatkan IQ.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya