Nasabah PNM Mekaar Ubah Sampah Pasar Jadi Usaha Beromzet Jutaan
Seorang mantan guru asal Medan sukses mengubah limbah pasar menjadi usaha kerajinan bernilai jutaan rupiah berkat dukungan pembiayaan dan pendampingan PNM Mekaar.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 16 September 2026, 22.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Zulhaida Sitanggang, mantan tenaga pendidik yang terdampak pandemi, memilih merintis usaha baru dari rumah setelah kehilangan sumber penghasilan utama. Awalnya, ia mencoba berjualan tanaman secara daring, namun gagal karena minimnya minat pasar. Titik balik datang dari komunitas alumni yang mengumpulkan barang bekas untuk disalurkan sebagai bantuan sosial. Dari tumpukan gelas dan piring retak, ia melihat potensi yang terlewatkan. Dengan kreativitas sederhana, ia menghias benda-benda tersebut menggunakan tali dari kain bekas dan menjualnya secara daring, dengan sebagian hasil disumbangkan kembali.
Dua gelas hias pertama terjual seharga Rp100.000, angka yang kecil namun menjadi awal dari perjalanan besar. Melihat potensi dari kulit jagung bekas saat berkunjung ke rumah kerabat, ia mulai mengolah bahan alami tersebut secara otodidak melalui video tutorial. Meski hasil awal belum sempurna, satu unggahan di media sosial mampu menarik perhatian pembeli pertama. Bimbingan dari perajin senior kemudian menjadi kunci, membantu menyempurnakan teknik agar produk tahan lama dan tidak mudah rusak. Usaha yang kemudian diberi nama Aida Craft perlahan mulai dikenal melalui undangan pernikahan dan ulang tahun, di mana karyanya disajikan sebagai hadiah promosi.
Dukungan PNM Mekaar menjadi pemicu penting dalam perkembangan usaha ini. Zulhaida mengakses pembiayaan sejak 2024, setelah terdorong oleh ajakan tetangga. Modal awal digunakan untuk membeli alat produksi dasar seperti pot dan lem, saat usahanya masih berdiri di atas kegigihan dan tumpukan kulit jagung bekas. Selain pembiayaan, program pendampingan melalui Mba Maya, klasterisasi, dan pelatihan kewirausahaan Mekaarpreneur turut membentuk fondasi keberlanjutan. Ia bahkan kini menjadi pemateri dalam kegiatan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) bagi nasabah lain, berkeliling dari kelurahan di Johor hingga daerah seperti Berastagi dan Binjai.
Kini, usaha Aida Craft mampu menyerap dua tenaga kerja dan mencatat omzet bulanan hingga Rp5 juta—jauh melampaui nilai penjualan pertama. Pengaruhnya meluas hingga ke luar jaringan PNM, ketika ia melatih 175 ibu-ibu di Kota Medan menggunakan limbah plastik sebagai bahan baku, berkat permintaan dari program pemberdayaan di kawasan pesisir. Ia juga diundang oleh Bank Indonesia untuk mempelajari pengolahan limbah di Bali. Di rumahnya yang kini berfungsi sebagai ruang pelatihan, Zulhaida sedang menyiapkan kursus kerajinan terbuka, termasuk bagi mereka yang tak mampu membayar penuh.
"Mulai dari sampah, saya tidak pernah merasa hidup saya sampah. Justru penuh berkah," ujar Zulhaida. Perjalanannya menjadi bukti nyata bahwa dengan dukungan yang tepat, usaha kecil dari keterbatasan mampu tumbuh menjadi pemberdayaan besar. Dengan semangat tumbuh bersama dan berdaya bersama, Zulhaida kini menjadi teladan bagi perempuan lain yang ingin bangkit dari keterpurukan ekonomi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Menteri Keuangan Pertimbangkan Ulang Mutasi Pejabat Era Purbaya
Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan masih meninjau ulang kebijakan mutasi ratusan pejabat yang dilakukan pada masa Purbaya Yudhi Sadewa, dengan mempertimbangkan sinergi antarunit eselon satu.
16 September 2026

Malaysia Siapkan Skema Darurat Jika AirAsia Krisis
Pemerintah Malaysia menyiapkan skenario pengambilalihan pasar domestik AirAsia oleh Malaysia Airlines dan Batik Air jika kondisi keuangan maskapai berbiaya rendah terus memburuk.
16 September 2026

Suahasil Tinjau Ulang Mutasi Pejabat Kemenkeu Pasca-Purbaya
Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan akan meninjau ulang keputusan perombakan pejabat di DJP dan DJBC yang dilakukan sebelumnya, sambil menunggu masukan dari seluruh unit eselon I.
16 September 2026

Pemindahan Gaji ASN ke Himbara Dibahas Rini dengan Menkeu Baru
Menteri PANRB menyatakan akan berkoordinasi dengan Menteri Keuangan baru terkait rencana pemindahan penyaluran gaji ASN Pemda dari BPD ke Himbara, yang menimbulkan kekhawatiran soal likuiditas dan kesejahteraan pegawai bank daerah.
16 September 2026
Berita Lainnya

Hindari Minuman Manis dan Kafein Saat Kemarau
Rabu, 16 September 2026, 22.44 WITA

Modifikasi Bumper Tajam pada LCGC Dilarang Polisi
Rabu, 16 September 2026, 22.43 WITA

Sindikat Palsukan SIM di Riau Raup Keuntungan Besar
Rabu, 16 September 2026, 22.43 WITA

Redmi Note 17 Pro Max Diluncurkan, Bawa Baterai 10.000mAh dan Performa Ekstrem
Rabu, 16 September 2026, 22.36 WITA

AS dan Jerman Tekankan Reformasi Korupsi Irak
Rabu, 16 September 2026, 22.35 WITA

Demonstrasi Besar di Kongo Tuntut Penolakan Perpanjangan Jabatan Presiden
Rabu, 16 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Kaji Aturan Baru Distribusi LPG 3 Kg Berbasis Kesejahteraan
Rabu, 16 September 2026, 22.35 WITA

Prabowo Dorong Implementasi E20 pada 2028
Rabu, 16 September 2026, 22.35 WITA


