Nepal Gali Kubur Massal untuk Korban Banjir Tak Dikenali
Otoritas Nepal menguburkan ratusan jasad tak dikenali di hutan Chitwan akibat banjir bandang, menyusul 750 korban tewas dan lebih dari 3.000 hilang.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.40 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Di kawasan hutan Devghat, distrik Chitwan, pemerintah setempat telah menyiapkan ratusan liang kubur untuk menangani jenazah korban banjir bandang yang tak dapat diidentifikasi. Lokasi yang sebelumnya menjadi tempat rekreasi warga kini berubah menjadi area pemakaman massal, menyusul kerusakan hebat akibat longsoran gletser di perbatasan Nepal dengan China. Keputusan ini diambil sebagai respons mendesak terhadap ancaman kesehatan masyarakat akibat pembusukan jasad yang cepat di tengah kondisi lingkungan yang tidak mendukung penyimpanan jenazah.
Sebanyak 96 jenazah telah dikuburkan pada Sabtu, dengan rencana penguburan lebih dari 100 korban tambahan pada hari berikutnya. Tim gabungan dari petugas penyelamat, polisi, dan pejabat pemerintah terus melakukan evakuasi dari sungai dan tumpukan puing. Setiap lokasi pemakaman dicatat secara detail, dilengkapi penanda di atas dan bawah tanah serta data koordinat presisi untuk memudahkan identifikasi di masa depan. Otoritas juga mengambil sampel DNA dari jasad tak dikenali, yang nantinya bisa digunakan untuk pencarian identitas melalui klaim keluarga, dokumen resmi, atau uji genetik.
India telah mengirim tim forensik untuk mendukung proses identifikasi, sementara Nepal juga menjalin koordinasi dengan tim dari China guna mempercepat proses identifikasi lintas batas. Di rumah sakit Bharatpur, bau busuk pembusukan mulai tercium dari gerbang, menandai kondisi darurat dalam penanganan jenazah. Fasilitas kamar jenazah yang hanya mampu menampung 50 jasad kini memuat lebih dari 125 jenazah, sebagian besar dalam kondisi pembusukan lanjut akibat terendam air selama berhari-hari.
Di Chitwan Expo Centre, lebih dari 200 keluarga berkumpul untuk mencari kepastian atas nasib kerabat mereka, membawa barang bawaan dari daerah jauh. Banyak yang telah menunggu sejak sehari sebelumnya, tetapi belum diperbolehkan masuk ke ruang identifikasi. Kepala petugas penanganan jenazah, Inspektur Anil Thapa, mengungkapkan bahwa lebih dari separuh jasad yang ditemukan tidak dapat dikenali lagi, sementara staf yang menangani jenazah mengalami tekanan psikologis berat, bahkan tidak bisa menikmati makanan atau minum air karena kondisi mental yang terganggu.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Festival Indonesia 2026 Perkuat Koneksi Budaya di Melbourne
Festival Indonesia 2026 di Melbourne sukses menarik lebih dari 6.000 pengunjung dengan persembahan budaya, kuliner, dan UMKM dari berbagai daerah.
25 Oktober 2026

Ratusan Ribu Warga Israel Desak Pertanggungjawaban atas Kegagalan Keamanan
Ribuan warga Israel menggelar demonstrasi besar di Tel Aviv menuntut penyelidikan independen atas kegagalan keamanan sebelum serangan 7 Oktober 2023, menjelang pemilu yang menentukan arah kebijakan militer dan politik negara.
25 Oktober 2026

Trump Pertimbangkan Serangan Militer ke Iran dalam Waktu Dekat
Presiden AS Donald Trump menyatakan sedang mempertimbangkan serangan terhadap Iran, bahkan bisa terjadi besok, dengan tujuan mencegah pengembangan senjata nuklir secara permanen.
25 Oktober 2026

Kim Jong Un Kunjungi Monumen Perang Korea di Dandong
Pemimpin Korea Utara melakukan kunjungan singkat ke Dandong, China, menjelang peringatan 76 tahun kehadiran relawan Tiongkok dalam Perang Korea, dengan fokus pada simbolisme sejarah dan kebersamaan strategis.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.29 WITA

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.28 WITA

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

