Senin, 26 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Nepal Tolak Bantuan SAR Asing, Fokus pada Kebutuhan Teknis Khusus

Nepal menolak bantuan operasi pencarian dan penyelamatan asing pasca banjir besar, namun meminta dukungan teknis dari negara lain untuk penanganan kompleks seperti identifikasi korban dan pemulihan infrastruktur.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.45 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
Nepal Tolak Bantuan SAR Asing, Fokus pada Kebutuhan Teknis Khusus📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Nepal menegaskan bahwa operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) pasca bencana banjir besar di wilayah perbatasan dengan China tetap dapat dijalankan secara mandiri oleh tim lokal. Menteri Luar Negeri Shisir Khanal menyatakan bahwa upaya penyelamatan yang telah dilakukan oleh tenaga dalam negeri dinilai sudah cukup efektif, sehingga tidak diperlukan intervensi dari tim SAR asing. Penilaian ini didasarkan pada kapasitas dan kesiapan yang dimiliki oleh satuan penanganan bencana nasional.

Namun, pemerintah mengakui adanya keterbatasan di bidang teknis yang memerlukan keahlian khusus. Di antaranya adalah penyelamatan korban yang terjebak di terowongan, pembukaan kembali akses transportasi dan komunikasi yang terputus akibat hancurnya lebih dari dua lusin jembatan, serta proses identifikasi jenazah yang membutuhkan pengujian DNA dan penyimpanan jangka panjang. Untuk itu, Nepal secara khusus meminta bantuan teknis dari negara-negara mitra, termasuk India dan Tiongkok, dalam bentuk peralatan seperti jembatan Bailey untuk mempercepat pemulihan konektivitas.

Khanal menekankan bahwa permintaan bantuan teknis tidak sama dengan kebutuhan SAR. Ia menegaskan bahwa keahlian yang belum tersedia secara memadai di dalam negeri, seperti pengolahan data geospasial dan pemulihan infrastruktur kompleks, menjadi fokus utama. Bantuan tersebut dimaksudkan untuk mendukung proses pemulihan jangka panjang, bukan operasi darurat pencarian korban.

Bencana yang dipicu runtuhnya gletser pada 26 Agustus telah menewaskan hampir 600 orang di Nepal dan wilayah Tibet, sementara lebih dari 2.000 orang lainnya masih hilang. Dengan kondisi medan yang sulit dan akses terbatas, keterbatasan teknologi lokal menjadi penghambat utama dalam menangani dampak bencana secara menyeluruh. Oleh karena itu, kolaborasi teknis internasional dianggap penting untuk mendukung pemulihan yang berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya