Nepal Tolak Bantuan SAR Asing, Fokus pada Kebutuhan Teknis Khusus
Nepal menolak bantuan operasi pencarian dan penyelamatan asing pasca banjir besar, namun meminta dukungan teknis dari negara lain untuk penanganan kompleks seperti identifikasi korban dan pemulihan infrastruktur.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.45 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah Nepal menegaskan bahwa operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) pasca bencana banjir besar di wilayah perbatasan dengan China tetap dapat dijalankan secara mandiri oleh tim lokal. Menteri Luar Negeri Shisir Khanal menyatakan bahwa upaya penyelamatan yang telah dilakukan oleh tenaga dalam negeri dinilai sudah cukup efektif, sehingga tidak diperlukan intervensi dari tim SAR asing. Penilaian ini didasarkan pada kapasitas dan kesiapan yang dimiliki oleh satuan penanganan bencana nasional.
Namun, pemerintah mengakui adanya keterbatasan di bidang teknis yang memerlukan keahlian khusus. Di antaranya adalah penyelamatan korban yang terjebak di terowongan, pembukaan kembali akses transportasi dan komunikasi yang terputus akibat hancurnya lebih dari dua lusin jembatan, serta proses identifikasi jenazah yang membutuhkan pengujian DNA dan penyimpanan jangka panjang. Untuk itu, Nepal secara khusus meminta bantuan teknis dari negara-negara mitra, termasuk India dan Tiongkok, dalam bentuk peralatan seperti jembatan Bailey untuk mempercepat pemulihan konektivitas.
Khanal menekankan bahwa permintaan bantuan teknis tidak sama dengan kebutuhan SAR. Ia menegaskan bahwa keahlian yang belum tersedia secara memadai di dalam negeri, seperti pengolahan data geospasial dan pemulihan infrastruktur kompleks, menjadi fokus utama. Bantuan tersebut dimaksudkan untuk mendukung proses pemulihan jangka panjang, bukan operasi darurat pencarian korban.
Bencana yang dipicu runtuhnya gletser pada 26 Agustus telah menewaskan hampir 600 orang di Nepal dan wilayah Tibet, sementara lebih dari 2.000 orang lainnya masih hilang. Dengan kondisi medan yang sulit dan akses terbatas, keterbatasan teknologi lokal menjadi penghambat utama dalam menangani dampak bencana secara menyeluruh. Oleh karena itu, kolaborasi teknis internasional dianggap penting untuk mendukung pemulihan yang berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Festival Indonesia 2026 Perkuat Koneksi Budaya di Melbourne
Festival Indonesia 2026 di Melbourne sukses menarik lebih dari 6.000 pengunjung dengan persembahan budaya, kuliner, dan UMKM dari berbagai daerah.
25 Oktober 2026

Ratusan Ribu Warga Israel Desak Pertanggungjawaban atas Kegagalan Keamanan
Ribuan warga Israel menggelar demonstrasi besar di Tel Aviv menuntut penyelidikan independen atas kegagalan keamanan sebelum serangan 7 Oktober 2023, menjelang pemilu yang menentukan arah kebijakan militer dan politik negara.
25 Oktober 2026

Trump Pertimbangkan Serangan Militer ke Iran dalam Waktu Dekat
Presiden AS Donald Trump menyatakan sedang mempertimbangkan serangan terhadap Iran, bahkan bisa terjadi besok, dengan tujuan mencegah pengembangan senjata nuklir secara permanen.
25 Oktober 2026

Kim Jong Un Kunjungi Monumen Perang Korea di Dandong
Pemimpin Korea Utara melakukan kunjungan singkat ke Dandong, China, menjelang peringatan 76 tahun kehadiran relawan Tiongkok dalam Perang Korea, dengan fokus pada simbolisme sejarah dan kebersamaan strategis.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.29 WITA

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.28 WITA

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

