Netanyahu Batalkan Kunjungan ke Washington karena Pemakaman Graham Ditunda
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membatalkan rencana kunjungan ke Washington DC. pekan depan setelah pemakaman Senator Lindsey Graham ditunda hingga akhir bulan.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 21.03 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 TempoKendari, ıNarasikita - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memutuskan menunda kunjungan resmi ke Amerika Serikat yang seharusnya berlangsung pada akhir pekan ini, setelah kantor kepresidenan menyatakan pemakaman Senator Amerika Serikat Lindsey Graham mengalami penundaan hingga akhir Juli. Keputusan pembatalan ini disampaikan secara resmi oleh tim Netanyahu pada Kamis 16 Juli 2026, tanpa menyebutkan detail lebih lanjut mengenai jadwal baru kunjungan tersebut.
Sebelumnya, rencana perjalanan Netanyahu ke Washington telah dijadwalkan sejak awal pekan, dengan rencana bertemu Presiden AS Donald Trump pada Senin 20 Juli dan menghadiri upacara pemakaman Graham pada Selasa 21 Juli. Namun, laporan dari media publik Israel, KAN, mengungkapkan bahwa pertemuan antara kedua pemimpin tidak tercantum dalam jadwal resmi Presiden Trump untuk pekan tersebut.
Ketegangan antara kedua pemimpin semakin memburuk setelah Netanyahu tampil dalam wawancara di Fox News sehari sebelum Trump berangkat ke Ankara untuk KTT NATO. Dalam tayangan tersebut, Netanyahu mengecam rencana Trump untuk menjual jet tempur F-35 ke Turki, yang memicu kemarahan di lingkaran dalam Gedung Putih. Seorang pejabat senior mengungkapkan bahwa Trump merasa dikibuli karena media Israel menyebutkan pertemuan yang tidak pernah direncanakan.
Kerusuhan hubungan ini bukan terjadi secara tiba-tiba, melainkan merupakan puncak dari ketegangan berkepanjangan yang dipicu oleh perbedaan kebijakan strategis, terutama mengenai kehadiran militer Israel di Lebanon dan Suriah. Trump telah menekankan pentingnya penarikan pasukan Israel dari wilayah tersebut, sementara Netanyahu menolak tegas langkah itu. Di sisi lain, ketegangan juga muncul dari ketidakpuasan Trump atas belum tercapainya solusi politik menyusul invasi Gaza yang dimulai Oktober 2023 dan menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina, sebagian besar anak-anak dan perempuan.
Dalam percakapan telepon beberapa pekan lalu, Trump dilaporkan membentak Netanyahu dengan kata-kata kasar, termasuk menyebut bahwa “semua orang membencimu.” Hal ini menandai titik balik dalam hubungan yang selama bertahun-tahun dianggap sebagai aliansi strategis kuat antara dua pemimpin sayap kanan. Kini, kehadiran Netanyahu di Washington DC. tidak lagi menjadi prioritas, menandai perlambatan dalam diplomasi bilateral yang sebelumnya sangat intens.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait
Penyu Laut Langka Bertelur di Pantai California, Pertama Kali Diamati Secara Alami
Seekor penyu laut langka berhasil bertelur di Pantai Huntington, California Selatan, menjadi catatan pertama spesies ini bertelur secara alami di sepanjang Pantai Barat Amerika Serikat.
26 September 2026

Demonstran Pro-Palestina Blokir Jalan di New York Usai Pidato Netanyahu
Ratusan warga menolak pidato Netanyahu di PBB dengan aksi blokade dan spanduk di Manhattan, menekankan kekejaman perang Gaza dan menyerukan penangkapan perdana menteri Israel.
26 September 2026

Influencer Kritis Tewas Dengan Luka Parah di Kano
Seorang aktivis media sosial asal Kano, Nigeria, ditemukan tewas dengan luka serius di kepala dan tenggorokan, menimbulkan kekhawatiran atas ancaman terhadap kebebasan berpendapat menjelang pemilu 2027.
26 September 2026

Negara Muslim Tetap Hadir Saat Netanyahu Berpidato di PBB
Sejumlah negara mayoritas Muslim memilih tetap berada di ruang sidang PBB saat Netanyahu menyampaikan pidato, meski banyak negara lain walkout akibat kritik terhadap kebijakan Israel.
26 September 2026
Berita Lainnya

300 Anak Yatim Doakan Timnas, Kemenangan 2-0 Terwujud
Sabtu, 26 September 2026, 21.25 WITA

MotoGP 2027 Resmi Rilis, Mandalika Jadi Tuan Rumah untuk Kelima Kalinya
Sabtu, 26 September 2026, 21.25 WITA
Paus Leo Soroti Pentingnya Kebebasan Pers di Tengah Tegangan Media dan Pemerintah
Sabtu, 26 September 2026, 21.24 WITA

Pezeshkian: Pertemuan dengan Trump Tak Realistis Tanpa Hentikan Ancaman
Sabtu, 26 September 2026, 21.23 WITA

Taman Delhi Dibatasi Malam Hari Pasca Pemerkosaan Remaja
Sabtu, 26 September 2026, 21.23 WITA
Bangkok Dilanda Banjir Besar, 50 Distrik Ditetapkan Darurat
Sabtu, 26 September 2026, 21.23 WITA

KPK Periksa Saksi Terkait Mekanisme Proyek di Bekasi dan Peran Ipda Yayat
Sabtu, 26 September 2026, 21.23 WITA

APHI Dukung Koreksi Aturan Bakar Lahan untuk Cegah Karhutla
Sabtu, 26 September 2026, 21.23 WITA

