Sabtu, 26 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Netanyahu Batalkan Kunjungan ke Washington karena Pemakaman Graham Ditunda

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membatalkan rencana kunjungan ke Washington DC. pekan depan setelah pemakaman Senator Lindsey Graham ditunda hingga akhir bulan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 21.03 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Netanyahu Batalkan Kunjungan ke Washington karena Pemakaman Graham Ditunda📷 Tempo

Kendari, ıNarasikita - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memutuskan menunda kunjungan resmi ke Amerika Serikat yang seharusnya berlangsung pada akhir pekan ini, setelah kantor kepresidenan menyatakan pemakaman Senator Amerika Serikat Lindsey Graham mengalami penundaan hingga akhir Juli. Keputusan pembatalan ini disampaikan secara resmi oleh tim Netanyahu pada Kamis 16 Juli 2026, tanpa menyebutkan detail lebih lanjut mengenai jadwal baru kunjungan tersebut.

Sebelumnya, rencana perjalanan Netanyahu ke Washington telah dijadwalkan sejak awal pekan, dengan rencana bertemu Presiden AS Donald Trump pada Senin 20 Juli dan menghadiri upacara pemakaman Graham pada Selasa 21 Juli. Namun, laporan dari media publik Israel, KAN, mengungkapkan bahwa pertemuan antara kedua pemimpin tidak tercantum dalam jadwal resmi Presiden Trump untuk pekan tersebut.

Ketegangan antara kedua pemimpin semakin memburuk setelah Netanyahu tampil dalam wawancara di Fox News sehari sebelum Trump berangkat ke Ankara untuk KTT NATO. Dalam tayangan tersebut, Netanyahu mengecam rencana Trump untuk menjual jet tempur F-35 ke Turki, yang memicu kemarahan di lingkaran dalam Gedung Putih. Seorang pejabat senior mengungkapkan bahwa Trump merasa dikibuli karena media Israel menyebutkan pertemuan yang tidak pernah direncanakan.

Kerusuhan hubungan ini bukan terjadi secara tiba-tiba, melainkan merupakan puncak dari ketegangan berkepanjangan yang dipicu oleh perbedaan kebijakan strategis, terutama mengenai kehadiran militer Israel di Lebanon dan Suriah. Trump telah menekankan pentingnya penarikan pasukan Israel dari wilayah tersebut, sementara Netanyahu menolak tegas langkah itu. Di sisi lain, ketegangan juga muncul dari ketidakpuasan Trump atas belum tercapainya solusi politik menyusul invasi Gaza yang dimulai Oktober 2023 dan menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina, sebagian besar anak-anak dan perempuan.

Dalam percakapan telepon beberapa pekan lalu, Trump dilaporkan membentak Netanyahu dengan kata-kata kasar, termasuk menyebut bahwa “semua orang membencimu.” Hal ini menandai titik balik dalam hubungan yang selama bertahun-tahun dianggap sebagai aliansi strategis kuat antara dua pemimpin sayap kanan. Kini, kehadiran Netanyahu di Washington DC. tidak lagi menjadi prioritas, menandai perlambatan dalam diplomasi bilateral yang sebelumnya sangat intens.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya