Ngopi Bijak, Pemicu Perubahan Ekonomi Sirkular
Popularitas kopi di ruang publik mendorong kesadaran baru soal pengelolaan limbah melalui pendekatan sirkular yang melibatkan konsumen dan pelaku usaha.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 20.46 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Kebiasaan ngopi di kafe kini bukan sekadar ritual minum, melainkan bagian dari gaya hidup urban yang menyerap dimensi sosial dan budaya. Data survei GoodStats pada Oktober 2024 menunjukkan 71 persen masyarakat Indonesia lebih memilih membeli kopi di tempat usaha ketimbang menyeduhnya sendiri di rumah. Fenomena ini menunjukkan transformasi fungsi kopi dari alat mengusir kantuk menjadi simbol keterlibatan sosial dan produktivitas. Namun, di balik kepuasan minum kopi, tersembunyi tantangan lingkungan dari limbah yang dihasilkan setiap sesi.
Setelah secangkir kopi selesai diminum, sisa-sisa seperti gelas, sedotan, dan tutup menjadi bagian dari alur limbah yang perlu dipikirkan secara bijak. Material seperti Polypropylene (PP) dan High-Density Polyethylene (HDPE) yang digunakan dalam kemasan memiliki karakteristik berbeda, sehingga perlu dipilah sesuai jenisnya. Pemahaman terhadap jenis material menjadi kunci awal dalam mengurangi dampak lingkungan, sekaligus membuka ruang untuk pemanfaatan kembali bahan tersebut sebagai bahan baku produk baru.
Inisiatif kampanye Indonesia Asri melalui Jejak Asri Hobbies Vol. 2 ‘Ngopi Bijak, Sirkular Berdampak’ mengajak masyarakat memandang ngopi sebagai momen edukasi lingkungan. Melalui pendekatan sederhana seperti memilah kemasan, menggunakan tumbler pribadi, dan memahami proses daur ulang, individu dapat berkontribusi pada ekonomi sirkular. Ampas kopi pun tidak sekadar sampah—dengan pengolahan tepat, ia bisa menjadi kompos yang bermanfaat bagi pertanian dan tanaman.
Pelaku usaha juga diminta turut serta dalam membangun ekosistem berkelanjutan. Salah satunya Kopi Nako yang menerapkan sistem pencucian langsung gelas plastik bekas melalui mesin rinser, serta menggunakan produk daur ulang dalam operasionalnya. Pendekatan ini menunjukkan bahwa ruang kafe bisa menjadi tempat edukasi, bukan hanya tempat konsumsi. Dengan begitu, ngopi menjadi lebih dari sekadar kebiasaan—menjadi gerakan kecil yang membawa dampak besar bagi lingkungan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Minuman Bantu Legakan Tenggorokan Usai Terpapar Abu Vulkanik
Konsumsi air putih, air hangat, dan minuman alami seperti jahe madu dapat meredakan iritasi tenggorokan akibat paparan abu vulkanik, meski tak mampu membersihkan partikel dari paru-paru.
8 September 2026

Pemerintah Tunda Penerapan Cukai Minuman Berpemanis
Pemerintah belum mengeksekusi cukai minuman berpemanis dalam kemasan meski target pendapatan Rp7,6 triliun ditetapkan untuk APBN 2026.
7 September 2026

Pertamina Ajak Masyarakat Berbagi Makanan di Hari Pelanggan
Pertamina Patra Niaga bagikan 8.100 porsi makanan gratis di delapan kota, melalui kegiatan memasak bersama dan berbagi di SPBU serta lembaga sosial.
7 September 2026

Jakarta Dukung Jadi Pusat Industri Kopi Nasional
Gubernur DKI Jakarta menegaskan komitmen memperkuat Jakarta sebagai pusat ekosistem kopi nasional melalui dukungan infrastruktur, kolaborasi, dan perhelatan internasional sebelum 2030.
5 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA


