Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

OJK dan BEI Dorong Kepercayaan Investor Pasca Pengumuman MSCI

OJK dan BEI menggelar dialog dengan investor institusi untuk memperkuat reformasi pasar modal dan menjawab dinamika pasca pengumuman klasifikasi pasar Indonesia oleh MSCI.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 23.01 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 19x dibuka
OJK dan BEI Dorong Kepercayaan Investor Pasca Pengumuman MSCI📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) menyelenggarakan pertemuan eksklusif dengan para investor institusi domestik dan global pada Selasa, 20 Oktober 2026. Acara yang diselenggarakan secara daring melalui platform Mandiri Sekuritas ini menjadi wadah komunikasi strategis untuk menyampaikan komitmen reformasi pasar modal yang berkelanjutan. Hadir dalam pertemuan, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jefry Hendrik, serta perwakilan dari otoritas pengawas keuangan lainnya.

Friderica menegaskan bahwa keberlangsungan kepercayaan pasar bergantung pada langkah nyata, bukan hanya pernyataan. Ia menyampaikan bahwa OJK menghargai penilaian independen MSCI terkait konsultasi potensi perubahan klasifikasi pasar Indonesia dari *emerging market* ke *standalone market*. Menyikapi hal tersebut, otoritas berkomitmen untuk menjawab tantangan dengan reformasi yang konkret, konsisten, dan berkelanjutan, demi membangun sistem pasar modal yang adil, transparan, dan berdaya saing global.

Pasar modal Indonesia, menurut Friderica, tetap didukung oleh fundamental yang kuat. Kapitalisasi pasar mencapai sekitar 589 miliar dolar AS, menempatkan Indonesia sebagai negara dengan kapitalisasi terbesar kedua di kawasan ASEAN. Jumlah investor yang tercatat mencapai 31,1 juta orang, menunjukkan tingkat partisipasi yang signifikan. Kinerja emiten juga menunjukkan tren positif, dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 15,9 persen dan laba bersih meningkat 16,3 persen dalam periode 12 bulan hingga Juni 2026.

Namun, kejadian pada Jumat, 16 Oktober 2026, menggambarkan tekanan pasar yang signifikan setelah MSCI mengumumkan konsultasi perubahan klasifikasi. Aksi jual besar-besaran terjadi di Bursa Efek Indonesia, menyebabkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun hingga 11,6 persen dalam satu hari. Tekanan berlanjut hingga Senin, 19 Oktober 2026, yang menunjukkan sensitivitas pasar terhadap isu klasifikasi global. OJK dan BEI menilai momen ini sebagai momentum untuk memperkuat transparansi dan kepercayaan melalui langkah-langkah sistemik.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya