OJK dan BEI Dorong Kepercayaan Investor Pasca Pengumuman MSCI
OJK dan BEI menggelar dialog dengan investor institusi untuk memperkuat reformasi pasar modal dan menjawab dinamika pasca pengumuman klasifikasi pasar Indonesia oleh MSCI.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 23.01 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 19x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) menyelenggarakan pertemuan eksklusif dengan para investor institusi domestik dan global pada Selasa, 20 Oktober 2026. Acara yang diselenggarakan secara daring melalui platform Mandiri Sekuritas ini menjadi wadah komunikasi strategis untuk menyampaikan komitmen reformasi pasar modal yang berkelanjutan. Hadir dalam pertemuan, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jefry Hendrik, serta perwakilan dari otoritas pengawas keuangan lainnya.
Friderica menegaskan bahwa keberlangsungan kepercayaan pasar bergantung pada langkah nyata, bukan hanya pernyataan. Ia menyampaikan bahwa OJK menghargai penilaian independen MSCI terkait konsultasi potensi perubahan klasifikasi pasar Indonesia dari *emerging market* ke *standalone market*. Menyikapi hal tersebut, otoritas berkomitmen untuk menjawab tantangan dengan reformasi yang konkret, konsisten, dan berkelanjutan, demi membangun sistem pasar modal yang adil, transparan, dan berdaya saing global.
Pasar modal Indonesia, menurut Friderica, tetap didukung oleh fundamental yang kuat. Kapitalisasi pasar mencapai sekitar 589 miliar dolar AS, menempatkan Indonesia sebagai negara dengan kapitalisasi terbesar kedua di kawasan ASEAN. Jumlah investor yang tercatat mencapai 31,1 juta orang, menunjukkan tingkat partisipasi yang signifikan. Kinerja emiten juga menunjukkan tren positif, dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 15,9 persen dan laba bersih meningkat 16,3 persen dalam periode 12 bulan hingga Juni 2026.
Namun, kejadian pada Jumat, 16 Oktober 2026, menggambarkan tekanan pasar yang signifikan setelah MSCI mengumumkan konsultasi perubahan klasifikasi. Aksi jual besar-besaran terjadi di Bursa Efek Indonesia, menyebabkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun hingga 11,6 persen dalam satu hari. Tekanan berlanjut hingga Senin, 19 Oktober 2026, yang menunjukkan sensitivitas pasar terhadap isu klasifikasi global. OJK dan BEI menilai momen ini sebagai momentum untuk memperkuat transparansi dan kepercayaan melalui langkah-langkah sistemik.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Presiden Iran Masoud Pezeshkian akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada akhir Oktober di Moskow untuk membahas kerja sama ekonomi, energi, dan isu global tanpa penandatanganan dokumen.
24 Oktober 2026

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
AsetKu hadir dalam Jakarta Financial Festival 2026 untuk tingkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan digital secara bijak dan inklusif.
24 Oktober 2026

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Menteri Perindustrian optimistis produk fesyen dan kerajinan berbahan alami dari UMKM Indonesia mampu menembus pasar internasional berkat meningkatnya kesadaran global terhadap lingkungan dan kesehatan.
24 Oktober 2026

OJK Dorong Aktivitas Rekening Rp50 Ribu Agar Tak Jadi Dormant
OJK memperkuat edukasi dan pendampingan keuangan untuk memastikan rekening program Rp50 ribu tetap aktif, khususnya di kalangan pelajar dan masyarakat kelas menengah ke bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.49 WITA

Empat Acara Besar Serentak Guncang GBK, Dinas Perhubungan Siapkan Langkah Antisipasi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.39 WITA

