OJK Denda Rp2,1 Triliun Atas Dugaan Manipulasi Pasar Saham
OJK menjatuhkan denda total Rp2,1 triliun terhadap tiga emiten karena terbukti melakukan manipulasi pasar dan pengaburan identitas pemesan saham secara terstruktur.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 09.29 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 40x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan sanksi administratif senilai Rp2,1 triliun terhadap tiga perusahaan publik yang diduga terlibat dalam praktik manipulasi pasar modal. Denda tersebut diberikan kepada PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) atas dugaan pelanggaran dalam transaksi dan penawaran umum saham. Keputusan ini diambil setelah OJK mengumpulkan bukti kuat yang menunjukkan adanya upaya terencana untuk memanipulasi harga saham dan menyembunyikan identitas pemesan saham secara sistematis.
Penjelasan resmi disampaikan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, dalam konferensi pers di Jakarta. Ia menegaskan bahwa sanksi mencakup denda Rp1,5 triliun untuk DSSA, Rp500 miliar untuk BREN, serta Rp100 miliar untuk CUAN. Sanksi ini tidak hanya ditujukan kepada emiten, tetapi juga melibatkan pihak-pihak terkait seperti penjamin emisi, pelaku penjatahan pasti, hingga pemilik saham akhir (Ultimate Beneficial Owner) yang terbukti melanggar peraturan pasar modal.
OJK menekankan bahwa penindakan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat integritas pasar dan melindungi kepentingan investor. Proses penegakan hukum dalam kasus ini diklaim telah melalui tahapan panjang dan cermat, termasuk penyelidikan mendalam serta verifikasi bukti. Meski dugaan pelanggaran telah muncul sejak tiga tahun lalu, OJK menegaskan bahwa pengusutan memerlukan waktu yang cukup karena kompleksitas dan tingkat kedalaman investigasi yang tinggi.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menegaskan bahwa kebijakan penegakan hukum bukan sekadar respons terhadap tekanan global, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang OJK dan lembaga pengawas swakendali (SRO) dalam mendorong reformasi sistem pasar modal. Ia menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk keberpihakan terhadap transparansi, akuntabilitas, dan perlindungan terhadap investor di seluruh ekosistem keuangan nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Lula dan Flavio Bolsonaro Saling Serang di Debat Akhir Pemilu
Debat terakhir sebelum putaran kedua pemilu Brasil memperlihatkan pertarungan sengit antara Lula dan Flavio Bolsonaro, yang saling menyerang secara pribadi dan menyoroti kebijakan masing-masing.
25 Oktober 2026

RI Kurangi Ekspor Gas ke Singapura, Dampaknya Di Bawah 2 Persen
Pengurangan pasokan gas ke Singapura oleh Indonesia mencapai 17 miliar Btu per hari selama 18 hari, berdampak kurang dari 2 persen terhadap kebutuhan harian negara tersebut.
25 Oktober 2026

OpenAI Perkuat Riset Farmasi Lewat Akuisisi Startup AI
OpenAI mengakuisisi Orchestra Bio untuk memperluas penerapan kecerdasan buatan dalam pengembangan obat melalui otomasi proses riset dan koordinasi tim ilmiah.
25 Oktober 2026

Gerindra Ungguli PDIP dan Golkar dalam Elektabilitas Survei IPO
Survei IPO menunjukkan Partai Gerindra memimpin elektabilitas dengan 23,1 persen, diikuti PDIP 11,6 persen dan Golkar 10,7 persen, sementara sebagian besar partai lain berada di bawah 10 persen.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Transformasi Energi Indonesia Menapaki Jalur Kemandirian
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.30 WITA

Penghapusan Insentif Flat Hemat Rp3 Triliun untuk MBG
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.29 WITA

Koneksi Starlink Stabil di Kecepatan 400 km/Jam, Ungkap Menteri Pertahanan Ukraina
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.08 WITA

Penyintas Serangan Gereja Yordania Ungkap Detik-detik Pelaku Arahkan Pistol
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.07 WITA

Richard Lee: Jangan Lawan Iblis dengan Logika
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

Houthi Negasi Serangan ke Makkah dan Madinah, Sebut Klaim Saudi Bohong
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

Kanye West Tutup Konser GBK dengan Runaway Emosional
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

4 Pilot Tewas dalam Tabrakan Pesawat Latih di Filipina
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

