OJK Dorong Aktivitas Rekening Pelajar agar Tak Jadi Pasif
OJK memperkuat program Satu Orang Satu Rekening dengan edukasi dan transisi produk keuangan bertahap untuk menjaga keaktifan rekening pelajar dan masyarakat.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 21.21 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 23x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat strategi pencegahan rekening pasif dalam program Satu Orang Satu Rekening yang menyediakan saldo awal Rp50 ribu bagi masyarakat dan pelajar. Upaya ini dilakukan guna menghindari potensi penyalahgunaan rekening, seperti untuk pinjaman online ilegal maupun aktivitas perjudian digital. Friderica Widyasari Dewi, Ketua Dewan Komisioner OJK, menegaskan bahwa rekening yang tidak aktif berisiko menjadi sarana kejahatan finansial jika dikendalikan pihak lain. Oleh sebab itu, edukasi terus dilakukan agar rekening tetap menjadi alat keuangan yang bermanfaat sepanjang masa.
Hingga kini, 88 persen pelajar di seluruh Indonesia telah memiliki rekening tabungan, menunjukkan capaian signifikan dalam inklusi keuangan. Namun, tantangan utama tetap berada pada pemeliharaan aktivitas rekening secara berkelanjutan. OJK menekankan pentingnya memastikan bahwa fasilitas keuangan ini tidak hanya dibuka, tetapi juga digunakan secara aktif dan bijak oleh pemiliknya. Untuk itu, OJK merancang pendampingan keuangan berjenjang, yang mengikuti perkembangan usia nasabah mulai dari masa sekolah hingga dewasa.
Pada tahap transisi, produk Simpanan Pelajar (SimPel) akan diarahkan ke Simpanan Pemuda (SiMuda). Produk lanjutan ini dirancang untuk melatih pemuda dalam mengelola keuangan lebih kompleks, seperti alokasi dana untuk investasi, tabungan perumahan, atau reksa dana. Tujuannya adalah menjadikan rekening sebagai mitra keuangan sepanjang hidup, mulai dari masa pendidikan hingga masa produktif. Friderica menegaskan bahwa keberhasilan program tergantung pada pendampingan yang konsisten agar rekening tidak berubah menjadi dormant atau tidak termanfaatkan.
Program ini didukung anggaran sebesar Rp1,28 triliun dari pemerintah, yang digunakan untuk menutupi setoran awal Rp50 ribu bagi 25 juta warga kategori desil 1 hingga 4 yang berusia di atas 17 tahun. Data penerima manfaat disiapkan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan perbankan syariah melalui integrasi data dari Kementerian Kesehatan, BPS, dan Lembaga Penjamin Simpanan. Setiap penerima langsung mendapatkan akses ke rekening tanpa biaya administrasi, dengan harapan inklusivitas keuangan nasional dapat mencapai 99 persen, meningkat dari sebelumnya 93 persen.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Presiden Iran Masoud Pezeshkian akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada akhir Oktober di Moskow untuk membahas kerja sama ekonomi, energi, dan isu global tanpa penandatanganan dokumen.
24 Oktober 2026

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
AsetKu hadir dalam Jakarta Financial Festival 2026 untuk tingkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan digital secara bijak dan inklusif.
24 Oktober 2026

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Menteri Perindustrian optimistis produk fesyen dan kerajinan berbahan alami dari UMKM Indonesia mampu menembus pasar internasional berkat meningkatnya kesadaran global terhadap lingkungan dan kesehatan.
24 Oktober 2026

OJK Dorong Aktivitas Rekening Rp50 Ribu Agar Tak Jadi Dormant
OJK memperkuat edukasi dan pendampingan keuangan untuk memastikan rekening program Rp50 ribu tetap aktif, khususnya di kalangan pelajar dan masyarakat kelas menengah ke bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.49 WITA

Empat Acara Besar Serentak Guncang GBK, Dinas Perhubungan Siapkan Langkah Antisipasi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.39 WITA

