OJK: Reformasi Pasar Modal Capai Batas Maksimal
OJK menegaskan upaya reformasi pasar modal telah mencapai titik optimal meski pasar saham terdampak sentimen MSCI, dengan langkah transparansi dan penegakan hukum yang konsisten.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 09.23 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 136x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa seluruh upaya perbaikan struktural di sektor pasar modal telah dikerjakan secara maksimal, sekalipun pasar saham Indonesia mengalami tekanan akibat keputusan indeks global MSCI. Dalam pernyataan resmi, pihak regulator menegaskan bahwa berbagai perubahan kebijakan telah dilakukan, termasuk penurunan ambang batas kepemilikan saham asing dari 5% menjadi 1%, serta peningkatan jumlah klasifikasi investor dari semula 9 jenis menjadi 39 jenis. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat transparansi dan daya tarik pasar terhadap investor global.
Peningkatan free float secara bertahap juga menjadi bagian dari reformasi yang telah dilaksanakan. Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menegaskan bahwa seluruh perubahan tersebut telah diterima oleh komunitas investor internasional dan didukung oleh sistem penegakan hukum yang efektif. Ia menekankan bahwa meskipun MSCI telah mengumumkan akan melakukan review pada bulan November, OJK tetap menghargai independensi lembaga indeks global serta masukan dari berbagai pemangku kepentingan.
Dengan fondasi ekonomi yang stabil, pertumbuhan basis investor domestik, valuasi saham yang kompetitif, dan kinerja emiten yang secara umum positif, OJK yakin pasar modal Indonesia tetap menjanjikan di masa depan. Friderica menegaskan bahwa kepercayaan pasar tidak hanya bergantung pada kebijakan teknis, tetapi juga pada konsistensi dan keberlanjutan dalam penerapan regulasi.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon, Hasan Fawzi, menambahkan bahwa masukan dari MSCI sejalan dengan rencana aksi percepatan reformasi integritas pasar modal. Ia menegaskan komitmen OJK untuk terus memperkuat penegakan hukum secara konsisten dan sinergis bersama seluruh lembaga terkait. Upaya ini dimaksudkan untuk menjaga integritas pasar dan mendorong kepercayaan investor jangka panjang.
Ke depan, OJK dan lembaga pengawas pasar modal lainnya akan terus menjalin komunikasi konstruktif dengan lembaga indeks global dan investor institusi. Tujuannya adalah untuk menyampaikan perkembangan reformasi secara transparan, serta menerima masukan guna penyempurnaan kebijakan secara berkelanjutan. Komunikasi ini dipandang sebagai bagian penting dalam membangun kredibilitas pasar modal Indonesia di kancah internasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

OJK Tekankan Kewaspadaan dalam Manfaatkan Pembiayaan Digital
OJK imbau masyarakat bijak manfaatkan akses pembiayaan digital dengan tetap mempertimbangkan kemampuan membayar dan pemahaman risiko yang melekat.
25 Oktober 2026

RI Kurangi Ekspor Gas ke Singapura, EMA: Tak Ganggu Ketersediaan
Indonesia memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 juta kaki kubik harian, tetapi otoritas energi Singapura menegaskan ketersediaan pasokan tetap terjaga.
25 Oktober 2026

RI Kurangi Ekspor Gas ke Singapura, EMA Jamin Stabilitas Pasokan
Pemerintah Indonesia memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 BBTUD, namun otoritas energi Singapura menegaskan pasokan tetap aman berkat cadangan dan diversifikasi sumber.
25 Oktober 2026

Indonesia Kurangi Ekspor Gas ke Singapura untuk Jaga Ketersediaan Dalam Negeri
Pemerintah Indonesia memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 BBTUD mulai 24 Oktober 2026 demi menjamin pasokan energi nasional, khususnya untuk sektor kelistrikan.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Gubernur Tegaskan Kedisiplinan Waktu Jadi Syarat Utama JRF 2026
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Ribuan Orang Ditahan dalam Aksi Protes Prancis Terkait Biaya Hidup
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Raharjati Raih Medali Perak Panjat Tebing Dunia di Santiago
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Moto2 dan Moto3 Australia Dibatalkan Akibat Cuaca Ekstrem
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Vape Berisiko Sebabkan Cedera Paru dan Penyalahgunaan Narkoba
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Prancis Siap Blokir Media Sosial Jelang Demo Rompi Kuning
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Indonesia Tekankan Konservasi Air Lewat Pengelolaan Daratan Terpadu
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.26 WITA

GR Garage Ukir Prestasi di Kejurnas ITCR 1200 dan OMR 2026
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.13 WITA

