OJK Soroti Konsistensi Penilaian MSCI Terhadap Bursa Indonesia
OJK menyoroti ketidaksesuaian antara performa positif Indonesia dalam 16 dari 18 indikator dengan ancaman penurunan kelas pasar oleh MSCI, meski sudah melakukan berbagai perbaikan struktural.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 21.23 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 38x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan keheranan terhadap penilaian yang menyebut potensi penurunan kelas pasar modal Indonesia dari emerging market. Meski demikian, data terbaru dari MSCI menunjukkan bahwa Indonesia unggul dalam 16 dari 18 indikator utama yang dinilai dalam penilaian terhadap negara-negara pasar berkembang. Penilaian ini disampaikan oleh Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, dalam forum Sidang Kabinet Peripurna di Istana Negara, Jumat (23/10/2026). Ia menegaskan bahwa capaian tersebut mencerminkan kinerja struktural yang kuat dalam berbagai aspek regulasi dan tata kelola pasar.
Namun, MSCI tetap menyampaikan kekhawatiran terkait tiga isu krusial: free float, keterbukaan kepemilikan saham, serta konsentrasi kepemilikan yang masih tinggi. Akibatnya, bursa Indonesia berpotensi turun kelas tidak hanya ke frontier market, tetapi bahkan ke stand-alone market—kondisi yang lebih rendah dalam klasifikasi pasar global. Penilaian ini penting karena indeks dari MSCI menjadi acuan utama bagi dana kelolaan global dalam menentukan alokasi investasi ke pasar saham nasional.
Dalam penjelasannya, OJK menekankan bahwa Indonesia telah menerapkan aturan yang lebih ketat dibandingkan banyak negara lain. Misalnya, batas minimum kepemilikan publik di pasar Indonesia sudah diterapkan mulai dari 1%, jauh lebih rendah dibandingkan standar di banyak negara yang menetapkan ambang minimal di atas 5%. Selain itu, regulasi penawaran umum perdana (IPO) wajib menjamin porsi saham publik antara 15% hingga 25%, yang menunjukkan komitmen terhadap transparansi dan aksesibilitas pasar.
OJK juga menyoroti kompleksitas sistem klasifikasi investor yang telah dibuat, mencapai 39 tipe berbeda—sebuah rincian yang lebih detail dibandingkan kebanyakan negara berkembang. Langkah ini menunjukkan upaya sistematis dalam memperkuat tata kelola pasar. MSCI sendiri telah menyatakan akan membuka konsultasi pada bulan November 2026 jika perbaikan yang dilakukan dinilai belum memadai. OJK menegaskan bahwa evaluasi terhadap kinerja pasar tetap harus didasarkan pada data objektif dan konsistensi kebijakan, bukan hanya pada aspek teknis yang bisa diperbaiki secara proaktif.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Presiden Iran Masoud Pezeshkian akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada akhir Oktober di Moskow untuk membahas kerja sama ekonomi, energi, dan isu global tanpa penandatanganan dokumen.
24 Oktober 2026

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
AsetKu hadir dalam Jakarta Financial Festival 2026 untuk tingkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan digital secara bijak dan inklusif.
24 Oktober 2026

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Menteri Perindustrian optimistis produk fesyen dan kerajinan berbahan alami dari UMKM Indonesia mampu menembus pasar internasional berkat meningkatnya kesadaran global terhadap lingkungan dan kesehatan.
24 Oktober 2026

OJK Dorong Aktivitas Rekening Rp50 Ribu Agar Tak Jadi Dormant
OJK memperkuat edukasi dan pendampingan keuangan untuk memastikan rekening program Rp50 ribu tetap aktif, khususnya di kalangan pelajar dan masyarakat kelas menengah ke bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.49 WITA

Empat Acara Besar Serentak Guncang GBK, Dinas Perhubungan Siapkan Langkah Antisipasi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.39 WITA

