Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

OpenAI Bantah Tuduhan Curi Rahasia, Sebut Apple Ciptakan Kekacauan Sendiri

OpenAI menolak tudingan mencuri rahasia dagang dari Apple, menyebut gugatan perusahaan sebagai upaya menghambat kompetisi dan menyalahkan pihak lain atas kebijakan internal yang tidak terstruktur.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 17.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
OpenAI Bantah Tuduhan Curi Rahasia, Sebut Apple Ciptakan Kekacauan Sendiri
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - OpenAI secara tegas menolak tuduhan pencurian rahasia dagang yang dilontarkan Apple, menegaskan bahwa perusahaan teknologi asal AS tersebut gagal menyediakan bukti konkret atas klaim tersebut. Dalam dokumen hukum yang diajukan ke pengadilan federal California, OpenAI menyatakan bahwa sengketa ini justru merupakan hasil dari kebijakan dan prosedur internal Apple yang tidak memadai, bukan akibat tindakan dari pihak ketiga. Perusahaan menekankan bahwa Apple sengaja menciptakan situasi yang membingungkan untuk menjustifikasi tindakan hukumnya terhadap mantan karyawannya dan OpenAI sendiri.

Sebelumnya, Apple mengajukan gugatan pada Juli terhadap OpenAI dan dua mantan karyawannya, Tang Tan dan Chang Liu, dengan dugaan pelanggaran rahasia terkait desain perangkat keras, rantai pasokan, serta operasional manufaktur. Namun, OpenAI menilai gugatan tersebut sebagai strategi pencegahan kompetisi, terutama dalam konteks upaya perusahaan AI tersebut memperluas ekosistem produk perangkat keras. Dalam dokumen hukum, OpenAI menyebut bahwa sekitar 400 karyawan yang direkrut berasal dari Apple, dan semua proses rekrutmen dilakukan sesuai aturan hukum California yang mengizinkan mobilitas tenaga kerja antarperusahaan pesaing.

OpenAI juga menyoroti kebijakan Apple yang mendorong karyawan menggunakan akun iCloud pribadi untuk mengakses dokumen kerja, sehingga mempersulit pemisahan data pribadi dan perusahaan. Perusahaan menegaskan bahwa kebijakan penghentian kerja tanpa waktu transisi yang memadai menyulitkan karyawan untuk mengembalikan perangkat atau menyerahkan dokumen penting secara formal. Dalam keterangan hukum, Chang Liu menyatakan bahwa semua akses ke dokumen Apple setelah keluar dilakukan untuk membantu rekan kerja menyelesaikan tugas terkait pekerjaan sebelumnya, bukan untuk kepentingan komersial.

Tang Tan, sementara itu, menegaskan bahwa ia telah mengembalikan prototipe Apple sebelum meninggalkan perusahaan dan hanya menyimpan materi yang tidak bersifat rahasia, seperti daftar periksa keluar karyawan. OpenAI menekankan bahwa Apple tidak dapat mengklaim pelanggaran hukum atas tindakan yang diatur oleh kebijakan perusahaan sendiri. “Apple mungkin tidak menyukai hasil pilihan yang diambil karyawan, tetapi tidak bisa menyalahkan pihak lain atas kekacauan yang diciptakan sendiri,” demikian pernyataan OpenAI dalam dokumen pengadilan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya