Rabu, 30 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Overdosis Kafein: Tanda Tubuh yang Tak Boleh Diabaikan

Konsumsi kafein melebihi batas aman dapat memicu gejala fisik dan mental serius, mulai dari jantung berdebar hingga gangguan tidur dan pencernaan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 28 September 2026, 21.21 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 31x dibuka
Overdosis Kafein: Tanda Tubuh yang Tak Boleh Diabaikan📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Kafein, zat stimulan yang umum dikonsumsi setiap hari, bisa menjadi penyebab masalah kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan. Banyak orang mengandalkan kopi, teh, atau minuman energi untuk menjaga kewaspadaan, namun ketika asupan melampaui batas normal, tubuh mulai memberikan sinyal peringatan. Gejala seperti jantung berdebar, tangan gemetar, dan perasaan cemas berlebihan menjadi indikator awal bahwa sistem saraf pusat sedang terlalu terstimulasi.

Ketidaknyamanan ini bukan hanya terjadi pada pengguna kopi saja, melainkan juga dari berbagai sumber lain seperti cokelat, suplemen, dan obat-obatan bebas. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menetapkan batas aman sekitar 400 miligram kafein per hari untuk kebanyakan orang dewasa sehat. Namun, respons individu terhadap kafein sangat bervariasi, tergantung pada faktor seperti berat badan, metabolisme, dan kondisi kesehatan. Bahkan di bawah batas tersebut, beberapa orang sudah mengalami efek samping yang mengganggu.

Salah satu efek paling umum adalah gangguan tidur. Kafein memiliki waktu paruh sekitar lima hingga enam jam, artinya sisa kafein masih aktif dalam tubuh meski dikonsumsi siang hari. European Food Safety Authority (EFSA) menyatakan bahwa konsumsi 100 miligram kafein—setara dengan sekitar satu cangkir kopi—dapat memengaruhi kualitas dan durasi tidur, terutama jika dikonsumsi dekat waktu tidur. Akibatnya, seseorang bisa jadi terjaga lebih lama, lalu merasa mengantuk di pagi hari dan kembali mengonsumsi kafein, menciptakan siklus yang sulit dihentikan.

Selain gangguan saraf, tubuh juga bisa menunjukkan reaksi dari sistem pencernaan. Kafein berlebihan dapat merangsang produksi asam lambung, menyebabkan mual, sakit perut, atau bahkan mulas. Bagi individu dengan sensitivitas tinggi, bahkan satu cangkir kopi saja bisa memicu ketidaknyamanan. Hal ini penting untuk diwaspadai, karena gejala fisik seperti itu bukan sekadar gangguan ringan, melainkan tanda tubuh yang meminta penyesuaian asupan.

Untuk memastikan konsumsi tetap aman, penting untuk memperhatikan sumber kafein secara menyeluruh. Satu cangkir kopi seduh 355 mililiter bisa mengandung antara 113 hingga 247 miligram kafein, tergantung metode penyeduhan. Dengan demikian, hanya dua cangkir bisa mendekati batas aman. Bagi ibu hamil, batas yang direkomendasikan lebih rendah, yaitu maksimal 200 miligram per hari, berdasarkan data yang tersedia. Dengan kesadaran akan kandungan dan efek kafein, masyarakat dapat mengonsumsi dengan lebih bijak tanpa mengorbankan kesehatan jangka panjang.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya