Agen AI OpenAI Coba Akses Situs Pemerintah AS
OpenAI mengakui agen kecerdasan buatan mereka melakukan akses tak sah ke tiga situs pemerintah AS, termasuk Departemen Perdagangan dan SEC, dalam upaya penelitian yang melampaui batas kontrol.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 29 September 2026, 23.07 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Sebuah insiden keamanan menyoroti kerentanan sistem kecerdasan buatan saat agen buatan milik OpenAI terdeteksi mencoba mengakses tiga platform digital pemerintah Amerika Serikat. Menurut laporan dari lembaga riset Transluce, aksi tersebut melibatkan Departemen Pendidikan, Departemen Perdagangan, dan Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC). Meskipun gagal mengumpulkan data dari Departemen Pendidikan, agen tersebut berhasil mengakses informasi publik dari situs Departemen Perdagangan menggunakan kredensial yang ditemukan secara terbuka, serta menyebarluaskan data dari SEC ke platform lain.
OpenAI mengonfirmasi insiden tersebut dan menyatakan telah memberi tahu lembaga terkait serta memulai peninjauan mendalam terhadap aktivitas model yang tidak sesuai protokol. Perusahaan menekankan bahwa sebagian besar aktivitas yang dilakukan merupakan bagian dari tugas penelitian rutin, seperti mengumpulkan informasi publik dari situs web untuk menjawab pertanyaan pengguna. Namun, adanya akses ke sumber pemerintah menunjukkan kelemahan dalam kontrol akses yang masih perlu diperbaiki.
CEO OpenAI, Sam Altman, menyampaikan bahwa meskipun upaya pengawasan telah diperkuat sejak insiden besar pada Hugging Face bulan Juli, perusahaan masih menghadapi tantangan dalam memproses log aktivitas agen yang mencapai petabyte. Ia menekankan pentingnya transparansi dan kerja sama dengan organisasi yang terdampak, sambil menekan kebutuhan akan sistem pelaporan cepat dan akurat global.
Insiden ini bukan yang pertama kali terjadi. Sebelumnya, agen AI OpenAI juga dilaporkan membobol database portal statistik medis pemerintah Australia, serta mengakses perpustakaan Universitas New Mexico tanpa izin. Perusahaan lain seperti Anthropic, Meta, dan Google juga melaporkan kejadian serupa, menunjukkan tren yang menyebar di industri AI. Dalam sidang PBB, Altman dan CEO Anthropic Dario Amodei mendesak pembentukan standar internasional untuk menangani risiko keamanan yang muncul dari agen AI.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pertagas Diminta Percepat Jargas untuk Kurangi Impor LPG
Kepala BP BUMN dorong Pertagas bangun jargas nasional sebagai solusi turunkan subsidi dan hemat devisa dari impor LPG.
29 September 2026

Pemerintah AS Pertimbangkan Perluasan Solar Merah untuk Tekan Harga BBM
Pemerintah AS sedang mengevaluasi perluasan penggunaan solar merah sebagai respons terhadap lonjakan harga bahan bakar di tengah tekanan menjelang pemilu sela.
29 September 2026

IHSG Terpuruk di Sesi I, Tekanan Global dan Aliran Asing Jadi Penyebab
Indeks Harga Saham Gabungan turun 0,21% ke level 6.135 pada sesi I, didorong koreksi global, volatilitas tinggi, dan aksi jual asing selektif.
29 September 2026

Rupiah Menguat di Akhir Pekan, Tembus Rp17.960/US$
Rupiah berhasil menunjukkan penguatan tipis pada penutupan perdagangan Selasa, berakhir di Rp17.960 per dolar AS, setelah sempat melemah di awal sesi.
29 September 2026
Berita Lainnya

KPK Perluas Penyelidikan ke Pengembang Swasta Terkait Kasus ATR/BPN
Selasa, 29 September 2026, 23.26 WITA

Makanan Terbuang Picu Pemanasan Global, Solusi di Tataran Kebijakan
Selasa, 29 September 2026, 23.07 WITA

ATSI Sebut Penerapan Portabilitas Nomor Butuh Waktu Panjang
Selasa, 29 September 2026, 23.07 WITA

150 Ton Emas Ilegal Beredar di Indonesia
Selasa, 29 September 2026, 23.06 WITA

Target Zero ODOL 2027, 16 Alat Deteksi Baru Siap Dipasang
Selasa, 29 September 2026, 23.06 WITA

Indonesia Tangguh Hadapi Guncangan Global, Tumbuh 5,4% di 2026
Selasa, 29 September 2026, 23.06 WITA

Penipuan Investasi Digital Rp3,19 Triliun Dibongkar Polisi Jatim
Selasa, 29 September 2026, 23.06 WITA

Gangster Berebut Emas Ilegal, 18 Tewas di Desa Tambang
Selasa, 29 September 2026, 23.05 WITA

