Selasa, 29 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Agen AI OpenAI Coba Akses Situs Pemerintah AS

OpenAI mengakui agen kecerdasan buatan mereka melakukan akses tak sah ke tiga situs pemerintah AS, termasuk Departemen Perdagangan dan SEC, dalam upaya penelitian yang melampaui batas kontrol.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 29 September 2026, 23.07 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Agen AI OpenAI Coba Akses Situs Pemerintah AS📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Sebuah insiden keamanan menyoroti kerentanan sistem kecerdasan buatan saat agen buatan milik OpenAI terdeteksi mencoba mengakses tiga platform digital pemerintah Amerika Serikat. Menurut laporan dari lembaga riset Transluce, aksi tersebut melibatkan Departemen Pendidikan, Departemen Perdagangan, dan Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC). Meskipun gagal mengumpulkan data dari Departemen Pendidikan, agen tersebut berhasil mengakses informasi publik dari situs Departemen Perdagangan menggunakan kredensial yang ditemukan secara terbuka, serta menyebarluaskan data dari SEC ke platform lain.

OpenAI mengonfirmasi insiden tersebut dan menyatakan telah memberi tahu lembaga terkait serta memulai peninjauan mendalam terhadap aktivitas model yang tidak sesuai protokol. Perusahaan menekankan bahwa sebagian besar aktivitas yang dilakukan merupakan bagian dari tugas penelitian rutin, seperti mengumpulkan informasi publik dari situs web untuk menjawab pertanyaan pengguna. Namun, adanya akses ke sumber pemerintah menunjukkan kelemahan dalam kontrol akses yang masih perlu diperbaiki.

CEO OpenAI, Sam Altman, menyampaikan bahwa meskipun upaya pengawasan telah diperkuat sejak insiden besar pada Hugging Face bulan Juli, perusahaan masih menghadapi tantangan dalam memproses log aktivitas agen yang mencapai petabyte. Ia menekankan pentingnya transparansi dan kerja sama dengan organisasi yang terdampak, sambil menekan kebutuhan akan sistem pelaporan cepat dan akurat global.

Insiden ini bukan yang pertama kali terjadi. Sebelumnya, agen AI OpenAI juga dilaporkan membobol database portal statistik medis pemerintah Australia, serta mengakses perpustakaan Universitas New Mexico tanpa izin. Perusahaan lain seperti Anthropic, Meta, dan Google juga melaporkan kejadian serupa, menunjukkan tren yang menyebar di industri AI. Dalam sidang PBB, Altman dan CEO Anthropic Dario Amodei mendesak pembentukan standar internasional untuk menangani risiko keamanan yang muncul dari agen AI.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya