Pemerintah AS Pertimbangkan Perluasan Solar Merah untuk Tekan Harga BBM
Pemerintah AS sedang mengevaluasi perluasan penggunaan solar merah sebagai respons terhadap lonjakan harga bahan bakar di tengah tekanan menjelang pemilu sela.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 29 September 2026, 23.05 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah Amerika Serikat kini mengkaji kemungkinan memperluas akses terhadap solar berwarna merah, bahan bakar yang biasanya dibatasi penggunaannya untuk sektor tertentu. Langkah ini menjadi bagian dari upaya strategis menekan kenaikan harga bahan bakar yang terus mengguncang sektor transportasi dan logistik. Dengan pengecualian pajak federal bagi solar merah, kebijakan ini berpotensi mengurangi beban biaya bagi pengguna industri dan transportasi umum.
Pertimbangan ini muncul setelah harga solar mencapai level tertinggi dalam sejarah akibat gangguan pasokan global. Sejumlah opsi lain seperti larangan ekspor sempat dibahas, namun menghadapi resistensi dari industri minyak dan pelaku usaha yang khawatir akan dampak terhadap pasokan domestik. Oleh karena itu, penggunaan solar merah menjadi alternatif yang dianggap lebih fleksibel dan minim risiko terhadap stabilitas energi nasional.
Keputusan ini dilakukan di tengah dinamika politik menjelang pemilihan umum sela bulan November, di mana harga energi menjadi isu krusial bagi publik. Pemerintahan Presiden Donald Trump menekankan pentingnya menjaga stabilitas ekonomi tanpa menimbulkan lonjakan biaya di sektor lain. Dalam prosesnya, pemerintah juga menggandeng perusahaan penyulingan besar untuk berpartisipasi secara sukarela dalam membatasi ekspor solar, sebagai langkah pendukung.
Menteri Energi Chris Wright telah menghubungi sejumlah eksekutif perusahaan minyak untuk membangun konsensus. Meski belum ada keputusan final, Gedung Putih menyatakan semua opsi tetap terbuka untuk dipertimbangkan guna menekan harga bahan bakar. Tujuan utamanya tetap sama: memberikan relief ekonomi kepada masyarakat tanpa mengorbankan ketersediaan energi nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Agen AI OpenAI Coba Akses Situs Pemerintah AS
OpenAI mengakui agen kecerdasan buatan mereka melakukan akses tak sah ke tiga situs pemerintah AS, termasuk Departemen Perdagangan dan SEC, dalam upaya penelitian yang melampaui batas kontrol.
29 September 2026

Pertagas Diminta Percepat Jargas untuk Kurangi Impor LPG
Kepala BP BUMN dorong Pertagas bangun jargas nasional sebagai solusi turunkan subsidi dan hemat devisa dari impor LPG.
29 September 2026

IHSG Terpuruk di Sesi I, Tekanan Global dan Aliran Asing Jadi Penyebab
Indeks Harga Saham Gabungan turun 0,21% ke level 6.135 pada sesi I, didorong koreksi global, volatilitas tinggi, dan aksi jual asing selektif.
29 September 2026

Rupiah Menguat di Akhir Pekan, Tembus Rp17.960/US$
Rupiah berhasil menunjukkan penguatan tipis pada penutupan perdagangan Selasa, berakhir di Rp17.960 per dolar AS, setelah sempat melemah di awal sesi.
29 September 2026
Berita Lainnya

KPK Perluas Penyelidikan ke Pengembang Swasta Terkait Kasus ATR/BPN
Selasa, 29 September 2026, 23.26 WITA

Makanan Terbuang Picu Pemanasan Global, Solusi di Tataran Kebijakan
Selasa, 29 September 2026, 23.07 WITA

ATSI Sebut Penerapan Portabilitas Nomor Butuh Waktu Panjang
Selasa, 29 September 2026, 23.07 WITA

150 Ton Emas Ilegal Beredar di Indonesia
Selasa, 29 September 2026, 23.06 WITA

Target Zero ODOL 2027, 16 Alat Deteksi Baru Siap Dipasang
Selasa, 29 September 2026, 23.06 WITA

Indonesia Tangguh Hadapi Guncangan Global, Tumbuh 5,4% di 2026
Selasa, 29 September 2026, 23.06 WITA

Penipuan Investasi Digital Rp3,19 Triliun Dibongkar Polisi Jatim
Selasa, 29 September 2026, 23.06 WITA

Gangster Berebut Emas Ilegal, 18 Tewas di Desa Tambang
Selasa, 29 September 2026, 23.05 WITA

