Selasa, 29 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rupiah Menguat di Akhir Pekan, Tembus Rp17.960/US$

Rupiah berhasil menunjukkan penguatan tipis pada penutupan perdagangan Selasa, berakhir di Rp17.960 per dolar AS, setelah sempat melemah di awal sesi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 29 September 2026, 23.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Rupiah Menguat di Akhir Pekan, Tembus Rp17.960/US$📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Rupiah menutup perdagangan hari Selasa (29/9/2026) dengan posisi kuat di level Rp17.960 per dolar AS, mengalami apresiasi sebesar 0,03% dibandingkan penutupan sebelumnya. Penguatan ini menjadi pembalikan arah dari pelemahan harian sebelumnya, ketika mata uang lokal ditutup di Rp17.965/US$. Pergerakan awal menunjukkan tekanan, dengan rupiah dibuka melemah 0,03% ke posisi Rp17.970, lalu melanjutkan penurunan hingga menyentuh level terlemah harian di Rp18.010 sebelum memperbaiki diri.

Kenaikan harga minyak global, yang melampaui US$108 per barel akibat ketegangan geopolitik di Selat Hormuz, menjadi salah satu pemicu kenaikan ekspektasi pengetatan kebijakan moneter oleh The Federal Reserve. Hal ini mendorong kenaikan imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun ke level 5,23%, tertinggi sejak 2007. Dampaknya, dolar AS menguat terhadap sejumlah mata uang utama, tercermin dari indeks dolar AS (DXY) yang naik 0,14% ke posisi 101,338 pada pukul 15.00 WIB.

Di dalam negeri, tekanan terhadap rupiah juga berasal dari permintaan valuta asing yang meningkat menjelang akhir kuartal III-2026, terutama dari sektor impor. Arus keluar modal dari aset negara berkembang, yang terpicu oleh kenaikan imbal hasil obligasi global, turut menambah tekanan. Namun, BI menilai pergerakan rupiah masih dalam batas wajar dan sejalan dengan tren kawasan, dengan pelemahan kuartal ini terbatas pada 0,67%.

Cadangan devisa Indonesia pada akhir Agustus 2026 mencapai US$146,5 miliar, menjadi faktor pendukung stabilitas nilai tukar. BI menegaskan komitmen menjaga mekanisme pasar dengan melakukan intervensi melalui transaksi NDF di pasar luar negeri, serta spot dan DNDF di pasar domestik. Selain itu, pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder dan penguatan operasi moneter pro-market turut dilakukan untuk menjaga keseimbangan pasar.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya