Gangster Berebut Emas Ilegal, 18 Tewas di Desa Tambang
Penembakan massal di kawasan tambang emas tua di dekat Johannesburg menewaskan 18 orang, diduga akibat konflik antar kelompok penambang ilegal yang bersaing atas sumber daya bernilai Rp12 triliun per tahun.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 29 September 2026, 23.05 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kerusuhan kekerasan yang menewaskan 18 warga terjadi di Wedela Township, kawasan dekat Johannesburg, setelah terjadi penembakan di sebuah kedai minuman. Kepolisian setempat menduga insiden ini merupakan bagian dari konflik bersenjata antar kelompok penambang emas ilegal yang saling merebut kendali atas tambang-tambang tua. Lokasi kejadian berada di kawasan Witwatersrand, bekas pusat produksi emas terbesar dunia yang kini menjadi lahan rawan konflik akibat penambangan liar.
Aktivitas ilegal yang dikenal sebagai Zama Zamas telah berkembang menjadi jaringan kriminal terorganisir yang menguasai sejumlah tambang terbengkalai. Perusahaan besar telah menutup operasinya setelah cadangan emas menurun, tetapi sisa cadangan di bawah tanah kini menjadi incaran. Diperkirakan, produksi emas ilegal dari kelompok ini mencapai lebih dari R14 miliar (setara Rp12 triliun) setiap tahun, menjadikannya salah satu sumber emas gelap terbesar di Afrika.
Kekerasan yang melibatkan senjata api, termasuk AK-47, menjadi ciri khas konflik ini. Selongsong peluru ditemukan di lokasi penembakan, mengonfirmasi penggunaan senjata berat. Polisi dan militer telah dikerahkan untuk menekan jaringan kriminal yang mengendalikan perdagangan emas gelap, sementara komunitas di sekitar Johannesburg mengalami tekanan berkelanjutan akibat teror kelompok bersenjata. Penembakan serupa juga terjadi di dekat Cape Town, menewaskan 10 orang dalam periode yang sama.
Kondisi ini tidak hanya menimbulkan ancaman keamanan, tetapi juga kerugian ekonomi besar bagi negara. Pemerintah kehilangan pendapatan pajak, royalti, dan potensi investasi dari sektor pertambangan yang seharusnya teratur. Di tengah harga emas global yang tinggi, penambangan ilegal semakin menarik bagi kelompok kriminal, yang kemudian menyelundupkan emas ke pasar internasional. Warga Wedela, yang dulu menjadi pusat kekayaan emas, kini hidup dalam ketakutan setiap hari akibat perebutan sumber daya yang tidak sah.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

KPK Perluas Penyelidikan ke Pengembang Swasta Terkait Kasus ATR/BPN
KPK melakukan penggeledahan di kantor PT Bela Parahiyangan Investindo untuk melacak aliran dana terkait dugaan suap dalam pengurusan hak guna bangunan di Kementerian ATR/BPN.
29 September 2026

150 Ton Emas Ilegal Beredar di Indonesia
Diperkirakan 150 ton emas hasil tambang ilegal tersebar di seluruh wilayah Indonesia, menimbulkan kekhawatiran atas hilangnya penerimaan negara dan ketidakpastian regulasi.
29 September 2026

Penipuan Investasi Digital Rp3,19 Triliun Dibongkar Polisi Jatim
Penyidik Polda Jatim bersama PPATK mengungkap jaringan penipuan online dengan perputaran dana mencapai Rp3,19 triliun melalui platform trading fiktif.
29 September 2026

KAI Beri Pendampingan Hukum untuk Masinis Tersangka Kecelakaan Bekasi
PT KAI menjamin masinis tersangka kecelakaan kereta di Bekasi Timur mendapat pendampingan hukum selama proses hukum berjalan secara profesional dan independen.
29 September 2026
Berita Lainnya

Makanan Terbuang Picu Pemanasan Global, Solusi di Tataran Kebijakan
Selasa, 29 September 2026, 23.07 WITA

Agen AI OpenAI Coba Akses Situs Pemerintah AS
Selasa, 29 September 2026, 23.07 WITA

ATSI Sebut Penerapan Portabilitas Nomor Butuh Waktu Panjang
Selasa, 29 September 2026, 23.07 WITA

Target Zero ODOL 2027, 16 Alat Deteksi Baru Siap Dipasang
Selasa, 29 September 2026, 23.06 WITA

Pertagas Diminta Percepat Jargas untuk Kurangi Impor LPG
Selasa, 29 September 2026, 23.06 WITA

Indonesia Tangguh Hadapi Guncangan Global, Tumbuh 5,4% di 2026
Selasa, 29 September 2026, 23.06 WITA

Pemerintah AS Pertimbangkan Perluasan Solar Merah untuk Tekan Harga BBM
Selasa, 29 September 2026, 23.05 WITA

Aturan SPM Jalan Tol Diperkuat, Target Undang di Oktober 2026
Selasa, 29 September 2026, 23.05 WITA

